SuaraBekaci.id - Syarat yang mudah, yakni hanya KTP membuat tak sedikit masyarakat yang tergiur untuk meminjam uang di aplikasi pinjaman online atau pinjol ilegal.
Padahal, selain memiliki bunga tinggi, pinjol ilegal kerap melakukan penagihan utang dengan cara-cara yang tak manusiawi. Seperti meneror dan mengancam debitur yang mengalami permasalahan pembayaran.
oleh karena itu, Psikolog Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Miryam Ariadne Sigarlaki mengimbau masyarakat untuk tak mudah tergiur godaan pinjol meski syaratnya mudah.
Dikatakannya, dampak pinjaman online secara psikologi akan membuat kecemasan, panik, kebingungan hingga mengalami gangguan emosional serta depresi.
"Dampak psikologisnya itu ecemasan, panik, kebingungan, ketakutan, gangguan emosional sampai dengan depresi," ungkap Miryam saat dihubungi Suara.com pada Sabtu (16/10/2021).
Dikatakannya, penerima pinjaman online bukan hanya berpikir untuk membayar saja, namun teror pesan singkat hingga sambungan telepon akan semakin mengganggu dan berdampak terhadap psikologi.
Penyedia layanan pinjol sendiri leluasa menjerat individu dengan bunga yang sangat tinggi. Apabila tidak mampu melunasi, maka akan mengerahkan debt collector online untuk mengancam dan mengintimidasi penunggak hutang.
Teror-teror semacam inilah yang dapat menyebabkan dampak psikologis pada orang yang terjerat hutang dari layanan pinjaman online ilegal. Jika dampak psikologinya tak bisa diatasi, maka akan sangat berbahaya.
"Ya, parahnya demikian (gangguang kejiwaan) kalau tidak bisa teratasi masalahnya. Kalau cemas terus kan kita juga jadi terganggu," ujar Miryam.
Baca Juga: Geruduk DPRD Jawa Barat, Guru Honorer Adukan Nasib Mereka
Selain gangguan secara psikologi, korban pinjaman online juga bisa saja berdampak terhadap kesehatan jasmaninya.
"Karena sering diteror akhirnya asam lambung meningkat dan menjadikan maag kronis dan lain-lain," ucapnya.
Menurut Miryam, rata-rata orang yang terjerat pinjol tidak siap menanggung risikonya karena tergoda dengan instanya serta mudahnya persyaratan yang diajukan pelaku pinjol tanpa memikirkan konsekuensinya.
"Penyebabnya kebanyakan karena terdesak dan masyarakat yang ekonominya lemah, ada juga karena gaya hidup," pungkasnya.
Seperti diketahui, baru-baru ini Polda Jabar membongkar pelaku pinjol ilegal yang berbasis di Yogyakarta.
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan