SuaraBekaci.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah akan mulai membangun kawasan industri hijau (green industrial park) pertama di dunia.
Pembangunan ini akan dilakukan pada bulan depan atau November 2021 dengan luas 20 ribu hektare.
“Produk keluarannya (dari Green Industrial Park) adalah produk hijau, energinya adalah energi hijau, semuanya energi baru terbarukan,” kata Presiden Jokowi dalam pengarahannya kepada peserta Program PPRA LXII dan PPSA XXIII 2021 Lembaga Ketahanan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/10/2021).
Presiden Jokowi mengatakan kawasan ini akan dibangun di Kalimantan Utara, dengan salah satu sumber energi berasal dari Sungai Kayan.
Presiden Jokowi menjelaskan pembangunan kawasan industri berbasis energi hijau yang ramah lingkungan harus disiapkan Indonesia.
Hal itu karena pada 10 tahun lagi, negara-negara maju dunia seperti Amerika Serikat ataupun kelompok Uni Eropa akan enggan membeli produk yang dihasilkan dari industri dengan sumber batu bara.
“Sehingga kita harus mendahului. Ini nanti adalah yang pertama di dunia, kita memiliki 20 ribu hektare green industrial park,” kata Presiden Jokowi.
Investor, kata Presiden, sudah banyak yang mengutarakan minatnya untuk berproduksi di di Green Industrial Park Kalimantan Utara.
“Yang memesan kawasan ini sudah antre. Karena mereka tahu yang digunakan di sini adalah energi hijau," kata Presiden Jokowi.
Lebih lanjut Presiden menjelaskan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia harus dimanfaatkan secara bijaksana.
Artinya, pemanfaatan sumber daya alam harus terukur dan terkalkulasi. Kegiatan ekonomi berbasis SDA juga harus memperhatikan keberlanjutan ekosistem lingkungan hidup. (Antara)
Pewarta : Indra Arief Pribadi
Tag
Berita Terkait
-
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, PN Jakarta Timur Koordinasi Pengamanan
-
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo, Refly Harun Siapkan Strategi
-
Hadiri Sidang Bawa Wayang Petruk dan Gajah, Roy Suryo Sindir Hubungan Jokowi-PSI?
-
Menakar Orasi SBY Soal Negarawan: Sindiran Politik untuk Elite atau Pesan Kebangsaan Menuju 2029?
-
Isu Ijazah Palsu Makin Panas, Jokowi Sebut Ada Operasi Politik dan Penumpang Gelap
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi