Dalam proses pembersihan PKI di Indonesia. Bukan saja militer yang bergerak, tapi juga masyarakat dan pemuda setempat turut dalam gerakan.
"Anak-anak Bekasi ini cukup hebat karena bekerjasama dengan Kodim Bekasi (membersihkan PKI di Bekasi), tapi mereka diberi pengarahan jangan sampai membunuh (anggota PKI), tapi harus diadili, yaa kalau digebukin dulu biasalah tapi nggak sampai mati. Jadi ketemu (anggota PKI) digebukkin lalu kasih ke Militer, ketemu digebukin kasih ke militer," kisah Ali Anwar.
Dalam kegiatan pembersihan itu, para pemuda Bekasi menemukan senjata yang digunakan PKI.
"Jadi jaman PKI itu semua orang boleh punya senjata, Angkatan darat, laut, petani boleh pegang senjata. Di pondok Gede, karena pondok gede itu kan dekat Halim. Petinggi PKI kan ada di Halim nah ditemukan tuh senjata Chung itu".
Menurut Indomiliter.com, senjata Chung asilnya dirancang Sergei Gavrilovich Simonof tahun 1943. Kemudian diproduksi kembali oleh China tahun 1956.
Temuan tersebut diperiksa kemudian disimpan oleh negara. "Saya nggak tahu disimpan di museum atau dimana saya kurang tahu, tapi yang jelas langsung diamankan".
Seperti diceritakan sejarah, tujuh jendral perwira tinggi dan beberapa orang lainnya diculik di depan istri dan anak, dibunuh, dibantai tanpa ampun lalu dibuang ke dalam lubang buaya pada malam G30 S PKI.
Untuk diketahui, Lubang Buaya adalah kawasan di Perbatasan Bekasi-Jakarta,
Konon, nama itu tersemat karena keberadaan Buaya Putih di sungai yang membelah wilayah administratif Bekasi-Jakarta. Di sanalah para perwira tinggi dan beberapa orang lainnya dibuang.(*)
Tag
Berita Terkait
-
Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!
-
Kisah Kelam Tragedi 1965 di Mata Seorang Mantan Kader PKI: Review Novel 'Kubah' Ahmad Tohari
-
Terjepit Semalaman di Gerbong 10, Endang Jadi Korban Terakhir yang Dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi
-
Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Datangi RSUD Pagi Ini
-
Teka-teki Kematian Bos Tenda di Cibitung: Tewas Penuh Luka, Perampokan atau Dendam?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hillary Brigitta Apresiasi Kebijakan Tanpa Batas Usia Relawan MBG: Untuk Kesetaraan Peluang Kerja
-
Sengketa Pipa Limbah Jababeka dan MAP, Jadi Alarm Kepastian Investasi di Kawasan Industri
-
Bukan Sekadar Event, Ini Cara Specteve Membuktikan Bekasi Punya Identitas Kultural
-
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Eksploitasi Anak
-
Kemendagri Percepat Dokumen Kependudukan Keluarga Korban Kecelakaan KRL