Agar lebih sehat dan aman, opak ketan dimasak dengan cara dipanggang, bukan digoreng. Namun jika Anda lebih suka digoreng, Anda juga bisa menikmatinya dengan cara digoreng. Meskipun memiliki bentuk yang sama seperti kerupuk pada umumnya, namun opak memiliki ukuran yang lebih tebal. Biasanya dijual dalam bentuk kemasan plastik.
Untuk menikmati opak ketan ini, Anda harus menyediakan uang sebesar Rp. 10.000 rupiah saja.
4. Soto Gempol
Selanjutnya, ada soto gempol yang sudah ada sejak tahun 1980an. Soto gempol merupakan makanan yang sangat legendaris. Banyak para penggemar kuliner yang rela datang dari berbagai macam daerah untuk mencicipi soto ini karena cita rasa yang ditawarkan.
Soto ini disajikan dengan kuah kuning kental yang dicampurkan dengan santan, dan akan semakin lengkap jika ditaburkan emping, daun bawang, jeruk nipis dan acar. Anda juga bisa mencoba pilihan lainnya seperti soto daging, soto ayam, soto usus, dan soto babat. Jika Anda ingin merasakan semuanya, Anda cukup memesan menu soto campur.
Untuk menikmati soto gempol, Anda perlu menyiapkan uang sekitar Rp. 30.000 hingga Rp. 50.000 rupiah, tergantung dengan isi dan porsi yang Anda pesan.
5. Tahu bambu
Meskipun namanya terdengar sangat biasa saja, namun hidangan yang satu ini siap memanjakan perut Anda. Anda bisa menemukan hidangan ini dijual dengan gerobak keliling atau warung tenda sederhana di pinggir jalan kabupaten Karawang.
Makanan ini sering dijadikan pilihan saat udara dingin atau musim hujan. Tekstur dan cara menghidangkannya mirip dengan kupat tahu yang disiram dengan bumbu saus kacang diatasnya. Namun saus kacang yang digunakan berbeda, karena saus kacangnya lebih sedikit gurih. Sebelum disajikan ,tahu digoreng hingga kering.
Baca Juga: Ciri Khas Kota Karawang: Goyang Karawang Sampai Rengasdengklok
Biasanya hidangan ini ditambah dengan telur asin, kerupuk, risoles, atau bakwan. Untuk harganya, satu porsi tahu bambu dibandrol mulai dari Rp. 8000 rupiah.
Meskipun dari penampulannya mirip dengan Rawon dari Surabaya, namun hidangan yang satu ini tidak boleh terlewatkan. Hidangan ini dimasak dengan bumbu utama berupa pucung atau keluwak, yang membuatnya berwarna hitam. Kuah dalam ikan gabus bumbu pucung ini lebih encer dan memberikan cita rasa gurih nan pedas yang tidak terlalu menyengat.
Anda bisa menemukan hidangan ini dengan mudah, karena ada di hampir semua tempat. Harga satu porsinya dibandrol dengan harga yang beragam, mulai dari Rp. 10.000 rupiah untuk separuh ikan gabus. Sedangkan untuk ikan gabus berukuran utuh dibandrol hingga Rp. 40.000 rupiah.
Jika Anda mendengar nama hidangan ini, pasti Anda akan berandai-andai seperti apa hidangan ini sebenarnya. Kerupuk bontot merupakan makanan ringan yang berbeda dengan kerupuk udang lainnya. Hal ini dikarenakan kerupuk bontot merupakan bahan baku setengah jadi dalam pembuatan kerupuk udang.
Tag
Berita Terkait
-
Ruang Raya Karawang 2026 Bakal Digelar Pekan Ini
-
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Kena Intimidasi di Karawang, Kaca Bus Pecah Dilempar Batu
-
Viral Video Bus Rombongan AMPB PATI Diserang OTK di Tol Karawang
-
Solusi Gaji PPPK Nunggak: 3 Skema Bantuan Rp18,9 T Wajib Nyata, Jangan Cuma di Atas Kertas
-
Pariwisata Maju, Lalu Lintas Mundur: Sisi Gelap di Balik Viralnya Situ Kamojing Cikampek
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat
-
5 Bencana Dihadapi Indonesia Saat Ini
-
Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei
-
Perkuat Layanan Digital bagi PMI, BRImo Taiwan Sabet Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Suap Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara, Siapa Tersangka Baru?