Ketika berdagang, Nabi Muhammad SAW, tidak pernah mau menjual barang yang mempunyai kualitas kaleng-kaleng. Sudah pasti, Rasul bakalan menjual barang berkualitas baik supaya tidak merugikan konsumen.
Bukan hanya itu saja, akan tetapi nabi juga berharap pembelinya mendapatkan barang yang sepadan dengan harga sudah mereka bayarkan. Jadi, produk yang Rasul jajakan, selalu mempunyai kualitas Wahid.
Seperti halnya penjelasan dalam hadis riwayat Ibnu Majah, Uqbah bin Amir pernah mendengarkan Rasulullah SAW berkata,
“Seorang muslim itu merupakan saudara bagi muslim yang lainnya. Untuk itu, tidak halal bagi seorang muslim dalam menjual barang yang terdapat catat kepada temannya, kecuali yang sudah ia jelaskan.”
Contohnya saja begini, apabila Anda itu menjual barang tangan dua, maka alangkah lebih baiknya, Anda menjelaskan kepada calon pembeli mengenai detail dari barang tersebut. Katakan dengan sejujurnya dan jangan mengada-ngada.
Mengambil Keuntungan yang Sewajarnya
Setiap pedagang, artinya selalu mendambakan keuntungan. Tidak ada yang mau rugi pastinya.
Nah, masalahnya adalah banyak penjual yang menginginkan untuk mendapatkan keuntungan besar. Padahal, cara berdagang Rasulullah SAW itu mengambil keuntungan wajarnya saja.
Faktanya, dalam kehidupan sehari-hari kita masih menjumpai orang yang ingin mendapatkan keuntungan besar. Mereka juga menggunakan beragam cara untuk meraihnya, bahkan menggunakan cara yang tidak halal.
Misalnya saja seperti ini, harga jual terlalu tinggi padahal kenyataannya biaya produksinya murah. Barang sudah bekas atau second Anda katakan original dan yang sejenisnya.
Sedangkan, Nabi Muhammad yang merupakan Uswatun Hasanah kita saja, saat berdagang keuntungan yang Rasul ambil hanya sewajarnya saja. Pasalnya, Rasulullah itu tidak mencari uang, melainkan keberkahan dari Allah SWT.
Dalam Al Quran surat Asyura ayat 20: "Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan dunia Kami berikan kepadanya sbagian darinya (keuntungan dunia), tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat"
Dari arti surah tersebut, kita tahu bahwasannya mengambil keuntungan atau uang ketika hidup di dunia itu seperti tidak ada artinya. Alasannya adalah kelak kita akan kekal di akhirat.
Mempunyai Strategi dalam Melakukan Pemasaran
Bukan hanya pengusaha pada zaman sekarang saja yang mempunyai strategi guna melakukan pemasaran. Akan tetapi hal tersebut juga menjadi cara berdagang Rasulullah SAW. Beberapa strategi ini pernah dilakukan Uswatun Hasanah kita.
Berita Terkait
-
Strategi Live Maraton dan Konten Kreatif Jadi Kunci Dongkrak Transaksi E-Commerce di Musim Ramadan
-
10 Tahun Terakhir, Indonesia Selalu Untung Kala Berdagang dengan Amerika Serikat
-
Mengintip Macam-Macam Menu Jualan di Kedai Tiko, Ada Super Promo setiap Hari Jumat!
-
Bak Langit dan Bumi! Beda Kampus Raffi Ahmad dan AHY: UIPM Thailand VS UNAIR Surabaya
-
Pakai Tas Kembaran, Gaya Fuji yang Boyish vs Aaliyah Massaid yang Feminin Bak Langit dan Bumi di Premiere Film Rossa
Terpopuler
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Kronologi Ibu di Pondok Pinang Ditarik hingga Pakaian Dalam Putus
-
Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret
-
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Ada Apa?
-
Aktif Jemput Bola Transaksi Warga, Kiprah BRILink Agen Ria Irawan Topang Roda Ekonomi
-
30 Perusahaan Buka Ribuan Lowongan Kerja di Subang, Cek Syaratnya!