SuaraBekaci.id - Aktivis Media Sosial Denny Siregar serukan tangkap Ustadz Yahya Waloni. Karena dianggap Ustadz Yahya Waloni hina Kristen.
Sebab baru-baru ini, ceramah lawas Yahya Waloni kembali viral setelah dibagikan pegiat media sosial, Denny Siregar di jejaring Twitter.
Pada kesempatan tersebut, penceramah kelahiran Sulawesi itu mengatakan, Alkitab yang dibaca umat Kristen merupakan omong kosong dan hanya berisikan kebohongan.
“Mempelajari kebenaran Alquran, mempelajari kebohongan bible Kristen. Saya yang ditantang atau dilapor ke Mabes Polri, kan begitu. Saya tak mengatakan bible Kristen fiksi, tapi bible Kristen itu palsu!” ujar Yahya Waloni dengan intonasi bicara tinggi, dikutip Kamis 26 Agustus 2021.
Bukan hanya itu, Yahya Waloni juga turut memplesetkan ucapan ‘roh kudus’ menjadi ‘roh kudis’.
Meski terkesan bercanda, namun hal itu terdengar kurang pantas disampaikan peceramah agama.
“Roh kudis, eh roh kudus. Laporin (ke polisi) Yahya Waloni yang bilang rok kudis, lapor!” tegasnya.
Dia meyakini, bible merupakan kitab omong kosong. Keyakinannya tersebut, menurutnya, bisa dibuktikan melalui isi surat-suratnya.
“Dongeng tambah takayul sama dengan omong kosong. Makanya di situ judulnya Matheus, Markus, Lukas, Stefanus, Tetanus, Spirtus,” tuturnya.
Baca Juga: Muhammad Kece Ditangkap, Publik: Yahya Waloni Nistakan Kristen Kenapa Dibiarkan?
Berkat ucapannya tersebut, Denny Siregar merasa Yahya Waloni pantas ditangkap polisi.
Sebab, selain menyinggung kepercayaan lain, dia juga telah melukai hati umat Kristen yang mendengarnya.
“Ya memang harus ditangkap si waloni ini Pak Polisi. Mulutnya kayak comberan, malu gue lihatnya dia memfitnah Islam dengan mulut kotor begitu,” tulis Denny melalui akun medsosnya.
Melalui video berjudul ‘Ustaz Yahya Waloni Bongkar Muhammad Kece si Penista Agama’ di saluran Youtube Ustaz Lovers, dia menyadari ada pihak yang ingin memenjarakannya atas kasus ceramah yang dinilai menghina kepercayaan lain. Namun, dia memastikan, selama ceramah, dia tak pernah melakukan hal tersebut.
“Ada yang bilang Yahya Waloni juga menista agama, woy kawan, kita beda kelas. Kami tahu etika bermasyarakat, kami tahu etika beragama. Kami menyindir hanya sebatas teori, ajarannya. Saya tak pernah menyinggung atau menghina simbol-simbol yang dianggap suci oleh agama lain,” urainya.
Bukan hanya itu, dia juga tak pernah menyinggung Tuhan Kristen.
Dia, menurut versinya sendiri, hanya bertanya-tanya mengenai realitas yang disiarkan kepercayaan tersebut.
“Saya tak pernah menyinggung fisik Tuhan Kristen, kami hanya mengatakan, Nabi Muhammad saja tidak ada fotonya, bagaimana mungkin Isa Al Masih ada fotonya. Itu rasionalitas dalam memutuskan teologis,” kata dia.
Berita Terkait
-
Garap Reboot, Kristen Stewart Ingin Kembali ke Twillight Jadi Sutradara
-
Misa Pontifikal Natal di Katedral Jakarta, Keluarga Jadi Pesan Utama
-
Gereja Ortodoks Yogyakarta: Tradisi Iman dan Perayaan Natal
-
Persiapan Gereja Katedral Jakarta Jelang Natal 2025
-
Komunitas Forum Karyawan Lokal Kristen NHM Rayakan pra-Natal Bersama Masyarakat Desa Kao
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Lokasi Samsat Keliling di 14 Titik Wilayah Jadetabek
-
Fitur QRIS Tap dari BRImo, Bayar TransJakarta Jadi Lebih Praktis dan Mudah
-
Cara Mengelola THR agar Lebaran Tidak Berujung Pusing
-
BRI Dukung Asta Cita dan Program 3 Juta Rumah, Target 60 Ribu Unit
-
98 Mal Jakarta Gelar Promo Spesial di Tahun Baru Imlek