SuaraBekaci.id - Kumpulan puisi Hari Kemerdekaan Indonesia 2021 HUT ke-76 RI. Puisi Hari Kemerdekaan 2021 bisa digunakan untuk lomba Agustusan atau lomba 17 Agustus.
Puisi Hari Kemerdekaan salah satunya dikarang Chairil Anwar dengan judul Karawang Bekasi.
Suara.com telah merangkum 5 puisi Hari Kemerdekaan RI berikut yang bisa jadi contoh.
Ada yang bertema pandemi hingga pahlawan seperti dirangkum dari buku Antologi Puisi Kemerdekaan Indonesia.
Semangat Kemerdekaan di Tengah Pandemi
karya Nafa Adenia
Detik ini bangsa kita telah merdeka
Bangsa besar telah lahir
Terwujud dengar semangat para pejuang yang terbayarkan dengan tetesan darah dan air mata
Namun,sejak engkau datang kami mengurung diri di dalam rumah,
mengunci pintu dan jendela, menutup lubang angin, menutup segala yang terbuka dari rasa takut
Padahal kami tak tahu, engkau ada di luar atau di dalam tubuh kami
Tetapi hidup kian membuat kita tak ramah
Banyak yang susah tambah susah
Yang bekerja pun harus dibuat gelisah
Sandang, pangan dan kebutuhan berpacu dengan pembatasan
Mencari kian tak tau arah dan tujuan
Hingga detik ini ribuan nyawa telah melayang
Sebuah harga yang harus dibayar
Demi terwujudnya satu kata MERDEKA
Tetap semangat, semua pasti ada jalannya, semoga pandemi corona ini cepat berlalu
dan kita semua kembali beraktivitas seperti biasanya, Semangat Kawan!!!
Baca Juga: Besok, Jalan Sekitar Istana Merdeka Ditutup saat Upacara HUT ke-76 RI
Karawang Bekasi
karya Chairil Anwar
Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati?Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garsi batas pernyataan dan impian
Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi
Yang terampas dan yang terputus.
Tanyaku Sederhana
Oleh: Muhammad Sifak Almurtadho
Aku adalah seribu tahun lalu
Mencoba melawan semua kalah dan luka untuk kubawa pergi
Merenggut semua kalimat asa untuk merdeka
Angkasa surya menopang semua deru ombak derita
Ringkus habis semuanya!
Tanpa ada orang yang tersisa
Semua tulisan-tulisan dari penyair terkenal ini
Adalah bukti nyata
Kalau dulu negara ini menelan jutaan jiwa
Sampai merdeka!
Saat ini, negara ini dijajah mati oleh pribumi sendiri
Bukannya benar pertanyaanku?
Sudahi semua pertikaian ini, atau merdeka dua kali?
Ringkus peristiwa!
Kita merdeka karena kita berbeda!
Hari Merdeka
Irham Wahyu S
Sorak gempita
Di hari Jumat, 17 Agustus 1945
Merdeka..
Merdeka..
Merdeka..
Teriak rakyat di penjuru Indonesia
Alhamdulillah…
Syukur…
Jawaban doa dari pejuang selama berabad-abad…
Bebas…
Tak terkekang…
Bangkit…
Geliat roda kehidupan bangsa…
Gelorakan jiwa…
Sucikan nurani…
Tebalkan tekad…
Untuk Negeri tercinta…
Terarah…
Terukur…
Lagu pembangunan
Demi kejayaan Indonesia
Apa Kata Bung Hatta
karya Hati Nurahayu
Banyak kata untuk negeri
Terjujur dari jiwa yang murni
Indonesia ada selalu di hati
Terucap pesan yang terpatri
Persatuan satu harus miliki
Jangan pudar karena dari para pembenci
Memecah belah negeri
Karena ingin kita dikuliti
Jatuh bangunnya negeri
Ingatlah selalu tertanam di diri
Bersatu padu selalu ada di jiwa kami
Penjajah pemecah belah takut kekuatan ini
(Nadia Lutfiana Mawarni)
Tag
Berita Terkait
-
Jejak Liar Chairil Anwar dalam Buku Puisi Aku Ini Binatang Jalang
-
"Hidup Hanya Menunda Kekalahan": Jejak Filosofis Chairil Anwar dalam Aransemen Musik Banda Neira
-
Napak Tilas Penyair Legendaris, Falcon Pictures Hadirkan Film Chairil Anwar
-
Kisah Penyair Legendaris Chairil Anwar 'Si Binatang Jalang' Bakal Diangkat ke Layar Lebar
-
'Puisi' Akun Fufufafa Soal Pembalut dan Fadli Zon Bikin Melongo: Chairil Anwar Ketar-ketir Baca Ini
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Asep Surya Atmaja: Calon Kepala Desa Jangan Main Politik Uang
-
Jual Sabu Modus Pakan Burung Terbongkar, Pengedar di Bekasi Tak Berkutik
-
Ciamis Siaga Darurat Kekeringan, Warga Bekasi Butuh Air Bersih
-
Bukan Cuma Data Kurang, Sekda Bekasi Akui Mental ASN Terguncang
-
Menerjang Ombak, Mantri Perempuan BRI Hadirkan Layanan Keuangan hingga Kepulauan Sulawesi Tengah