SuaraBekaci.id - Asal usul Ivermectin. Ivermectin kini jadi obat untuk pasien COVID-19. Ivermectin ramai diperbincangkan lantaran digadang-gadang dapat digunakan untuk penyembuhan pasien Covid-19. Tak banyak yang tahu bagaimana sejarah Ivermectin.
Lantas apa itu ivermectin dan bagaimana sejarah obat tersebut? Berikut rangkumannya dari berbagai sumber.
Berdasarkan keterangan dalam jurnal Proceedings of the Japan Academy Series B (PJA Series B), Ivermectin pertama kali dikembangkan untuk jadi obat antiparasit pada hewan.
Penelitian obat Ivermectin ini dimulai oleh sejumlah perusahaan farmasi Merck, Sharp, dan Dohme (MSD) yang berbasis di Amerika Serikat bekerja sama institut riset Kitasato me Jepang pada tahun 1970-an.
Kala itu, peneliti dari Institut Kitasato mulanya membuat eksperimen dengan mengisolasi organisme dari sampel tanah dan melakukan evaluasi awal bioaktivitas. Hingga akhirnya menemukan senyawa baru berpotensi yang disebut Avermectin. Avermectin dapat digunakan sebagai obat anti parasit. Bahkan, senyawa tersebut hanya ditemukan pada tanah di Jepang.
Tidak sampai di situ, riset dilanjutkan hingga berhasil menemukan senyawa turunan Avermectin yang akhirnya disebut Ivermectin. Obat itulah yang mulai digunakan untuk mengobati hewan pada tahun 1981. Obat ivermectin biasanya diberikan untuk mengobati sapi yang terinfeksi cacing atau kutu pada hewan peliharaan.
Mulai Dipakai Manusia
Riset terus dikembangkan hingga akhirnya Ivermectin mulai digunakan pada manusia untuk mengobati penyakit onchocerciasis tahun 1988. Penyakit tersebut disebabkan oleh infeksi cacing parasit Onchocerca volvulus dan bisa menyebabkan kebutaan.
Obat Ivermectin lalu masih terus menerus diuji penggunaannya pada manusia hingga efektivitasnya diakui mampu mengobati berbagai penyakit akibat parasit cacing atau kutu lainnya.Kini Ivermectin difungsikan untuk mengobati penyakit strongyloidiasis, scabies, pediculosis, gnathostomiasis dan myiasis.
Baca Juga: Anggota DPRD Kota Bontang Ini Larang Ambulans Nyalakan Sirine; Bikin Cemas
Beberapa penelitian menunjukkan ivermectin juga memiliki efek antivirus terhadap beberapa jenis virus, seperti virus Zika, influenza, chikungunya, dan virus Dengue.
Untuk Penyembuhan Pasien Covid-19
Ada sejumlah riset yang menyebutkan bahwa ivermectin dapat mempercepat proses pemulihan pada pasien COVID-19 dengan gejala ringan bahkan mengurangi risiko terjadinya COVID-19 gejala berat.
Kabar tersebut disambut antusias oleh berbagai pihak lantaran obat tersebut mudah didapat dan harganya relatif murah. Namun, promosi Ivermectin sebagai obat Covid-19 semacam merupakan tindakan yang berlebihan.
Sebab, efektivitas obat tersebut masih perlu diuji dan dikaji lebih lanjut Ivermectin belum disarankan sebagai obat Covid-19. Apalagi obat tersebut tergolong obat keras.
Namun, ivermectin sebagai obat COVID-19 masih perlu dikaji ulang. Meski demikian, WHO telah menginstruksikan obat tersebut boleh diteliti sebagai obat Covid-19.
Tag
Berita Terkait
-
Apa Itu Shamonda Virus? Terdeteksi pada Manusia untuk Kali Pertama
-
Pet Parents: Mengapa Banyak Lajang Urban Memilih Rawat Hewan?
-
Bebas Bulu dan Bau Kotoran! 3 Air Purifier Khusus Pecinta Kucing, Mulai Rp1 Jutaan
-
Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar
-
Punya Kucing di Rumah, Kenapa Interior Juga Perlu Ikut Beradaptasi?
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak