SuaraBekaci.id - Pernyataan keras dilayangkan Persaudaraan Alumni minta Jokowi mundur jika tak pecat Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Hal itu dinyatakan Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin.
Novel Bamukmin mendorong agar orang nomor satu di Indonesia itu untuk memecat Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang dinilai gagal dalam memahami sejarah bangsanya sendiri.
Bahkan dia sampai menyeret-nyeret nama Ketua Umum PDIP Megawati Seokarnoputri hingga mendesak Presiden Jokowi untuk memecat pria yang akrab dipanggil Gus Yaqut tersebut.
Desakan untuk memecat Menteri Agama itu didasari atas adanya polemik ucapan selamat Hari Raya Naw-Ruz 178 EB kepada umat Baha’i. Hal itu membuat Novel geram dan mendesak Presiden Jokowi turun tangan mengambil sikap.
Dia meminta Presiden Jokowi agar lekas mencopot jabatan menteri agama dari Gus Yaqut karena dinilai telah gagal paham dengan keberadaan agama-agama di Indonesia.
“Presiden wajib pecat menteri agama (Gus Yaqut) karena gagal paham dalam sejarah di Indonesia dan sangat memalukan sekali,” kata Novel.
Menurut simpatisan Habib Rizieq Shihab ini, bukan kali ini saja Gus Yaqut melakukan kesalahan selama menjabat sebagai Menteri Agama, melainkan sudah berkali-kali.
Oleh sebabnya Novel Bamukmin menganggap bahwa sosok Menteri Agama Gus Yaqut justru membuat gaduh dan mengadu domba bangsa Indonesia.
“Selalu bikin gaduh dengan mengadu domba anak bangsa,” tuturnya.
Baca Juga: Jokowi Klaim Tren Kasud Covid-19 Turun, PPKM Level 4 Diperpanjang
Kemudian Novel lantas menyinggung soal sikap Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Partai Komunis China beberapa waktu lalu.
Kedua tokoh tersebut dianggap sama-sama membuat bangsa Indonesia gaduh dan menimbulkan perpecahan.
“Ucapan yang telah dilakukan oleh menteri agama dan Megawati sudah satu paket ingin memecah belah bangsa dengan kegaduhan-kegaduhan yang dibuat,” ujar Novel.
Novel pun berharap agar Presiden Jokowi tak membiarkan mereka melakukan keselahan dan segera bersikap tegas.
Namun apabila seorang presiden saja tak mampu mengambil langkah yang bijak dan adil, Novel menyarankan agar Jokowi yang mundur dari jabatannya.
“Ini artinya kalau Jokowi tidak bisa memberikan sanksi tegas, maka Jokowi harus mundur sesuai konstitusi yang ada,” pungkas Novel Bamukmin.
Berita Terkait
-
PSI Tuding MK Lakukan 'Atraksi Politik' Soal Ijazah Gibran: Sengaja Bikin Gaduh!
-
Roy Suryo Tak Kaget Eksepsi Ditolak, Tapi Tetap Minta Jokowi Hadir di Sidang Lanjutan
-
Puji Jokowi Setinggi Langit, Eks Ketua NasDem Papua Barat Daya Petrus Kasihiw Resmi Loncat ke PSI
-
Hadiri Sidang Bawa Wayang Petruk dan Gajah, Roy Suryo Sindir Hubungan Jokowi-PSI?
-
'Minggu Depan Kita Buka-bukaan', Kubu Roy Suryo Minta Jaksa Bawa Ijazah Jokowi ke Sidang
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Siapa Pendamping Asep Surya Atmaja? Parpol Koalisi Dikabarkan Sudah Kantongi Nama
-
Bangun Ekonomi dari Akar Rumput, BRI Dorong Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Buntut Dugaan Asusila, Seluruh Santri Ponpes Dar Et Tauhid Dipulangkan
-
Cek Penawaran BRI KPR dan Diskon Properti di Summarecon Expo 2026 dan Wujudkan Rumah Impian
-
Asyik Nongkrong, Dua Pria Karawang dan Cikarang Tak Berkutik Digerebek Polisi