SuaraBekaci.id - Kabar buruk COVID-19 muncul dari tenaga kesehatan di Nganjuk, Jawa Timur. Sang nakes COVID-19 curhat belum mendapat insentif sejak Agustus 2020. Bahkan lebih teganya, tunjangan nakes mereka dipotong hingga 90 persen. Dari Rp 15 juta yang dijanjikan tersisa hanya Rp 500 ribu.
Nakes itu mengungkap terakhir menerima insentif dari pemerintah pada Agustus 2020. Sejak itu, insentif yang seharusnya dibayarkan setiap bulan tidak pernah diterima lagi.
"Terakhir kali kami para nakes mendapatkan insentif itu bulan Agustus 2020. Dapetnya ada yang utuh atau yang sesuai dengan kerjanya," beber nakes dalam video seoperti dikutip Suara.com, Kamis (29/7/2021).
Hal ini diungkapkan oleh seorang tenaga kesehatan yang diperkenalkan sebagai Mr.X di acara Mata Najwa. Video tersebut telah diunggah di akun YouTube milik Najwa Shihab dengan judul "Insentif Tak Jelas, Nakes: Kami Harus Tanya ke Mana Lagi? - Ironi Hari-Hari Ini".
Nakes ini membeberkan telah menanyakan insentif ke pemerintah hingga rumah sakit, namun tetap tidak mendapat jawaban. Bahkan, mereka hanya dilempar-lempar ke sejumlah instansi dan tidak mendapatkan kepastian.
"Kita sudah konfirmasi ke Halo Kemenkes. Dari Halo Kemenkes disuruh konfirmasi ke dinas kesehatan terkait. Tetap tidak ada jawabab. Dari dinas kesehatan pun dikembalikan ke manajemen rumah sakit," jelas nakes.
"Sudah mendaftarkan pengajuan insentif atau belum di rumah sakit. Kita tanya ke manajemen rumah sakit tentang insentif, dikembalikan lagi ke dinas terkait. Jadi intinya kita belum mendapatkan jawaban kepastian insentif dari bulan September 2020 sampai Juli 2021," lanjutnya.
Tak sampai di situ, insentif nakes juga akan mengalami pemotongan. Tak tanggung-tanggung, pemotongan mencapai 90 persen bagi tenaga kesehatan.
"Untuk yang insentif itu rencananya memang akan ada pengurangan atau pemotongan. Yang seharusnya dokter spesialis dapetnya 15 juta per bulan sesuai dengan Permenkes, untuk dokter umum 10 juta per bulan, perawat atau bidan 7,5 juta per bulan dan nakes lain 5 juta per bulan, itu dipotong hampir mencapai 90 persen," bebernya.
Baca Juga: Daftar 5 Artis Anak Dosen, Waktu Bimbingan Skripsi Pernah Ketemu Mereka?
Alhasil, dokter spesialis yang seharusnya menerima insentif 15 juta per bulan, hanya menerima 1,5 juta. Begitu pula nakes lain yang seharusnya mendapat 5 juta, dipotong hingga tinggal 500 ribu.
"Jadi untuk dokter spesialis akan mendapat 1,5 juta per bulan, untuk dokter umum 1 juta per bulan, untuk perawat 750 ribu per bulan, dan nakes lain 500 ribu per bulan,"
Mendengar itu, Najwa Shihab ikut syok. Ia tampak tak habis pikir ada rencana pemotongan insentif mencapai 90 persen.
"Dipotongnya sampai 90 persen? Jadi info yang Anda dapat, uangnya sudah ada tapi belum dibayarkan. Tiba-tiba ada rencana akan dipotong 90 persen," papar Najwa.
Najwa Shihab pun menyatakan pihaknya akan menghubungi Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi saat itu juga.
Hal ini demi mendapat kepastian mengenai anggaran insentif nakes.
Berita Terkait
-
Suahasil Klaim Tax Ratio RI Sebenarnya 12 Persen, Bukan 10 Persen
-
Survei Anjlok, Prabowo Mulai Tebar BLT Hingga Insentif Pajak Kelas Menengah
-
China Mulai Kurangi Insentif Mobil Listrik, Harga EV Terancam Naik
-
BGN Ungkap Alasan Hapus Insentif MBG Rp6 Juta Per Hari: Ada Potensi Pemborosan APBN
-
Gaji di Bawah Rp10 Juta Bakal Dapat Keringanan Pajak dari Prabowo
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
Dorong Ekonomi Kerakyatan, BRI Perkuat Sinergi Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih
-
DPP Gempar Tegaskan Hillary Brigitta Lasut Sah Pimpin Panitia Natal Nasional 2026, Ini Dasarnya
-
Berkat Inovasi Digital dan Layanan Nasabah, BRI Raih 36 Penghargaan di TBCCI 2026
-
4 Laporan Masuk, 1 Jadi Tersangka Kasus Asusila di Pesantren Bekasi
-
Operasi Sarang Narkoba di Bekasi: Komplotan 'Paman' dan 'Macan' Tak Berkutik