SuaraBekaci.id - Cara beli asuransi rumah harus diketahui milenial atua juga orang yang baru punya rumah. Sebab mempunyai rumah, berarti harus menerima risiko yang ada, misal kerusakan atau bahkan kebakaran.
Dalam memilih asuransi rumah terbaik, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan mulai dari risiko ditanggung hingga nilai iuran preminya.
Perlu dipahami kalau cara kerja asuransi rumah lebih rumit ketimbang asuransi kesehatan dan jiwa.
Makanya harus lebih teliti dalam memilih asuransi rumah.
Jenis-jenis asuransi rumah:
Asuransi rumah kebakaran: menanggung risiko sesuai Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI)
Asuransi rumah all risk: menanggung risiko lebih luas, artinya tidak hanya mengacu pada PSAKI saja melainkan risiko lainnya yang tertulis dalam polis.
Cara Beli Asuransi Rumah Terbaik
Ketika memutuskan untuk beli asuransi rumah, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan guna mendapatkan keuntungan maksimal dengan premi bersahabat. Berikut ini beberapa tipsnya:
Baca Juga: Menjerit Minta Tolong, Wanita Tanpa Busana Ditemukan Terjepit Bangunan
Lihat di marketplace asuransi terbaik
Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah bandingkan marketplace asuransi yang ada di Indonesia. Saat ini sudah ada banyak sekali marketplace asuransi yang tersedia, sehingga kamu perlu lebih teliti dalam memilihnya. Cari tahu apakah marketplace asuransi yang dipilih telah terdaftar secara resmi dalam Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Cara menentukan marketplace asuransi terbaik
Salah satu kuncinya kamu bisa membandingkan besaran premi dari tiap perusahaan marketplace asuransi.
Misal, calon nasabah tertarik untuk beli asuransi ACA, maka bisa bandingkan harga premi dari dua hingga tiga marketplace asuransi di Indonesia.
Dengan begitu, akan lebih mudah untuk kamu mendapatkan manfaat asuransi sesuai kebutuhan dengan harga bersahabat.
Berita Terkait
-
Asap Karhutla Mengancam, Wakil Ketua Komisi X DPR Usul Sekolah Diliburkan
-
Karhutla Kalimantan Kian Parah, DPR Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
-
Kalimantan Dikepung 1.487 Titik Panas, DPR Ingat Pemerintah Karhutla 1997 Jangan Terulang
-
Tak Mau Jadi Korban Kabut Asap, Malaysia Akan Bantu Atasi Kebakaran Hutan Kalimantan
-
Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jakarta Sering Disalahkan, Studi Terbaru ITB Bongkar Penyebab Asli Polusi Jabodetabek
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan, Hery Gunardi Raih Best CEO Finance Asia 2026
-
BRI Perkuat Digital Banking untuk Bisnis, Qlola New Skin Hadir dengan Pengalaman Baru
-
Titik-Titik Terparah Krisis Air Bersih di Kabupaten Bekasi: Wilayah Ini Paling Menderita
-
Ekosistem Emas BRI Capai 153 Ton, Potensi Pertumbuhan Masih Terbuka