SuaraBekaci.id - Simulasi Jawa Barat lockdown membutuhkan biaya miliaran rupiah sehari untuk biaya operasional. Terhitung tiap RT di Jawa Barat dapat uang operasional Rp 3,5 juta. Sebab lockdown ini membuat aktivitas warga terhenti.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memaparkan perkiraan anggaran melalui Konferensi Pers PPKM Mikro yang ditayangkan secara virtual di kanal Youtube Jabarprov TV, Rabu, 30 Juni 2021.
Perhitungan itu berdasarkan jumlah rata-rata kepala keluarga di 731 RT yang tersebar di wilayah Jawa Barat.
“Jadi kita sudah menghitung, kalau mau me-lockdown satu RT dengan jumlah rata-rata kepala keluarga di Jawa Barat, itu per-RT butuh dana sekitar Rp3,5 juta perhari untuk satu RT,” ungkap Ridwan Kamil.
Sebanyak 731 RT yang menjadi sampel dalam penghitungan perkiraan dana lockdown itu merupakan RT-RT yang sedang dianalisis oleh Pemprov Jabar untuk mengetahui apakah lockdown di tingkat RT dapat menahan penularan secara efektif. Jika nantinya memang benar efektif, maka lockdown bisa diberlakukan di RT-RT tersebut.
“Kalau lockdown sudah diberlakukan, maka semua orang tidak boleh pergi. Maka urusan suplai pangan, kebutuhan primer harus diperhatikan oleh RT-RW sampai level kelurahan, camat, bupati, gubernur, baru ke presiden,” kata Ridwan Kamil.
Jika prediksi dana itu diakumulasikan, maka Jawa Barat membutuhkan dana sebesar Rp2,496 miliar perhari, dan itu hanya untuk 731 RT yang dijadikan sampel saja. Sementara itu, Emil mengatakan ada sekitar 90 ribuan RT yang tersebar di Jabar.
Ridwan Kamil juga menyampaikan, wacana lockdown tingkat provinsi itu tidak bisa dilakukan tanpa adanya instruksi dari pusat. Jika Jabar di-lockdown sementara provinsi lain yang letaknya berdekatan di Jabar tidak memberlakukan lockdown, maka lockdown itu pun akan menjadi sia-sia.
“Kalau lockdown level provinsi itu harus pemerintah pusat. Kalau kaminya lockdown tapi Banten tidak, Jatengnya tidak, sama saja bohong,” ujar Emil.
Baca Juga: Studi AS: Meski Langka, Peradangan Jantung Usai Vaksinasi COVID-19 Patut Diwaspadai
Ridwan Kamil juga turut memberi klarifikasi soal adanya usulan lockdown dari Wakil Gubernur Jabar Uu Rizhanul Ulum. Menurut keterangan yang diterima Emil, Uu hanya menyampaikan aspirasi dari beberapa pihak yang ditemuinya dan bukan merupakan keputusan resmi dari Wakil Gubernur.
“Pak Uu sudah klarifikasi, Pak Uu itu menyampaikan aspirasi dari beberapa pihak yang beliau temui, bukan mengambil sebuah keputusan,” kata Ridwan Kamil.
Wacana lockdown mulai hangat lagi dibicarakan setelah tingkat keterisian tempat tidur di Jabar mencapai angka yang melebihi standar WHO.
Selain itu, kemunculan varian Delta yang memiliki daya tular lebih cepat dibanding varian lainnya pun menjadi alasan di balik menyeruaknya kembali wacana lockdown ke permukaan.
Meski begitu, Ridwan Kamil mengatakan, penularan varian Delta, meski terhitung sangat cepat, masih bisa dicegah dengan prokes yang ketat.
“Kalau dilawan oleh prokes yang ketat, Insya Allah tidak akan tertular,” tegas Ridwan Kamil.
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Asyik Joget di Kelab Malam, Lisa Mariana Teriakkan Nama Aura Kasih dan Ridwan Kamil
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Sempat Diragukan, Aksi Gotong Royong Warga Berbuah Bendera Merah Putih Setengah Kilometer
-
Likuiditas Menguat, BRI Perluas Penyaluran Kredit Berkualitas ke Sektor Produktif
-
DPR RI Murka! Korban Curanmor di Bekasi Malah Diteror Sindikat, Polisi Diminta Bergerak Cepat
-
Calon Kades Petahana Kabupaten Bekasi Diminta Cuti
-
Termasuk Kajari Kota Bekasi, Ini Daftar 90 Kajari Kena Mutasi Kejagung