“Ada dua PR kita ini, pertama jangan sampai polarisasi yang laten ini kemudian menjadi ledakan besar. Potensi ledakan besar itu paling bisa terjadi saat Pemilu Presiden, Sekarang sih adem ayem,” kata dia dikutip dari kanal Youtube Talk Show tvOne yang tayang Maret lalu.
Soal potensi polarisasi dampak Pemilu ini bukan ngarang aja lho. Qodari mengatakan ada teori dan dasarnya yakni buku Jack Snyder berjudul From Voting to Violent. Dua hal ini ada relasinya menurut Snyder dan itu terbukti di gelaran Pilpres termutakhir Indonesia.
Kekerasan usai Pemilu itu biasanya berkaitan dengan primordialitas, isu SARA dan politik identitas. Nah Qodari memberi perumpamaan yang jelas melakui karakter buaya.
“Jadi SARA, politik identitas ini seperti buaya. Kalau airnya tenang itu bukan berarti dia nggak ada. Ada tapi kayak kayu. Dalam situasi sekarang ini buayanya diam di bawah permukaan air, tapi siap menyergap. Begitu momentumnya pas dan memungkinkan, buaya itu akan menyergap,” kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Ariana Grande Pertanyakan Kata Kokopan yang Viral Usai Pidato Prabowo
-
Duplikasi Gaya Jokowi Elektabilitas KDM Melejit di Bursa Capres 2029
-
Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen, Pemerintah Siapkan Bansos dan Stimulus Nataru
-
Wantimpres Diisi Banyak Tokoh Nasional, Prabowo Beri Sanjungan: Ngeri
-
Prabowo Tegaskan Tak Akan Buka Hutan Primer demi Kejar Target Pangan
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia