“Ada dua PR kita ini, pertama jangan sampai polarisasi yang laten ini kemudian menjadi ledakan besar. Potensi ledakan besar itu paling bisa terjadi saat Pemilu Presiden, Sekarang sih adem ayem,” kata dia dikutip dari kanal Youtube Talk Show tvOne yang tayang Maret lalu.
Soal potensi polarisasi dampak Pemilu ini bukan ngarang aja lho. Qodari mengatakan ada teori dan dasarnya yakni buku Jack Snyder berjudul From Voting to Violent. Dua hal ini ada relasinya menurut Snyder dan itu terbukti di gelaran Pilpres termutakhir Indonesia.
Kekerasan usai Pemilu itu biasanya berkaitan dengan primordialitas, isu SARA dan politik identitas. Nah Qodari memberi perumpamaan yang jelas melakui karakter buaya.
“Jadi SARA, politik identitas ini seperti buaya. Kalau airnya tenang itu bukan berarti dia nggak ada. Ada tapi kayak kayu. Dalam situasi sekarang ini buayanya diam di bawah permukaan air, tapi siap menyergap. Begitu momentumnya pas dan memungkinkan, buaya itu akan menyergap,” kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
-
Reformasi Setengah Hati: Peneliti Soroti Tren Remiliterisasi dari Era SBY hingga Prabowo
-
Seskab Teddy Beberkan Hasil Pertemuan Empat Mata Prabowo-Kapolri, Ini Isinya
-
Nama Teddy hingga Maruli Diseret, Saiful Mujani Kritik Kebijakan Presiden Perluas Peran TNI di Sipil
-
Sebut JK Idola, Pakar Komunikasi: Gibran Sudah Belajar Banyak, Tak Lagi Terpancing Kritik Pedas
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Buntut Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha, Pemkot Akan Razia Seluruh Tempat Penitipan Anak
-
Laris Manis! Lelang 71 Motor Dinas Pemkab Karawang
-
Pemerintah Lelang Enam Proyek PSEL, Ini Lokasinya
-
Ade Armando dan Permadi Arya Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Polisi Siapkan Lab Forensik Digital
-
Kasus Kanker Payudara Tembus 1,9 Juta, BPJS: Biaya Pengobatan Tembus 1,99 Triliun