SuaraBekaci.id - Pengamat Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan Presiden Jokowi sudah jadul alias jaman dulu. Dia mengklaim mengutip pernyataan Jokowi sendiri.
Sehingga Refly Harun tolak Jokowi Capres 2024, meski bersama Prabowo Subianto calon wakil presidennya. Dia menilai, Jokowi sudah cukup dua periode saja, tidak sampai 3.
Setidaknya sikap itulah yang diharapkan pada Pilpres 2024 mendatang.
“Harapan kita adalah pada 2024 Presiden Jokowi enough is enough, cukuplah,” kata Refly disitat dari saluran Youtube-nya, Senin kemarin.
Refly Harun mengungkit pernyataan Presiden Jokowi bahwa masih banyak orang hebat lain selain dirinya. Menurutnya, ada orang hebat lain yang bisa diberikan kesempatan untuk menjabat.
“Berikan kesempatan ke orang lain. Banyak orang yang jauh lebih hebat dari Presiden Jokowi, sebagaimana yang dikatakan Presiden Jokowi sendiri kalau dia sudah jadul. Banyak orang muda yang lebih hebat. Tidak harus orang muda, bisa orang tua juga,” terang Refly Harun.
Berkenaan dengan itu, Refly Harun menyebut demokrasi di Indonesia harus dipelihara. Sebab, dia menilai demokrasi di era Jokowi mulai terganggu, apalagi kalau sampai 3 periode.
“Pada masa Presiden Jokowi demokrasi mulai terganggu, dengan sikap otoriter negara membungkam oposisi. Kita berharap Presiden Jokowi menyelesaikan masa jabatan 2024 dan terjadi masa peralihan kekuasaan secara damai lewat Pemilu,” tukas Refly Harun.
Bahkan, katanya, calon presiden bisa 5,6,7 orang, dan bukan menyandarkan pada tokoh yang itu-itu saja.
Baca Juga: Wacana Presiden 3 Periode Heboh Lagi, Fadli Zon: Ada yang Cari Proyek
“2014 Jokowi dan Prabowo, 2019 Jokowi dan Prabowo, 2024 muncul wacara Jokowi dan Prabowo digabung,” kata Refly Harun.
Baginya, publik harus melihat apa alasan penting untuk memperpanjang masa jabatan Presiden. Sebab tidak ada institusi yang bisa perpanjang masa jabatan Presiden.
Refly menegaskan, sesuai amanat, Pemilu harus diselenggarakan tepat waktu. Namun di tengah pandemi Covid-19, perlu beberapa penyesuaian seperti tidak ada kampanye keluar ruangan.
Sebelumnya, wacana Presiden Jokowi akan berkuasa 3 periode ramai belakangan. Salah satu yang keras menyuarakan adalah Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari.
Nama Jokowi bahkan disandingkan dengan Prabowo Subianto yang disebut-sebut akan cocok berada di samping Jokowi sebagai cawapres.
Berita Terkait
-
Survei: Mayoritas Publik Setuju Prabowo Rombak Kabinet
-
Prabowo Didukung Hampir Semua Partai di DPR, Pengamat Ingatkan Pentingnya Kontrol Publik
-
Prabowo Sambut Sekjen PBB Antnio Guterres di Hambalang
-
Vladimir Putin Kirim Ucapan Selamat Ultah untuk Presiden Prabowo, Singgung Soal Komitmen
-
Bakom Bantah Tak Ada Pesta, Media Rusia Sebut Ada Perayaan Ultah Presiden Prabowo
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Indonesia Masuk Nominasi AFC Awards 2026, PSSI Bersaing dengan Kamboja dan Myanmar
- 4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging
Pilihan
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
Terkini
-
Polisi Mulai Masuk ke Masjid-masjid Lewat Program Subuh Keliling
-
Warga Bekasi Patungan Rp2,1 Miliar untuk Bangun Rumah Sakit di NTT
-
AHY Dukung Kejurnas Tinju 2026, Atlet dari 35 Provinsi Siap Adu Kekuatan di Atas Ring
-
Dorong Ekonomi Kerakyatan, BRI Perkuat Sinergi Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih
-
DPP Gempar Tegaskan Hillary Brigitta Lasut Sah Pimpin Panitia Natal Nasional 2026, Ini Dasarnya