SuaraBekaci.id - Stadion Patriot Candrabhaga di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, kini dijadikan rumah sakit darurat (RSD) pasien Covid-19.
Kendati demikian, masih terdapat sejumlah warga yang berolahraga di stadion yang pernah dijadikan sebagai salah satu venue pada perhelatan Asian Games.
Salah satunya adalah Ade, warga Bekasi. Dia mengaku merasa aman berolahraga di Stadion Patriot Candrabhaga.
“Insya Allah di sini aman ya karena kan ruang terbuka dan lokasi RSD-nya juga terpisah jauh,” kata Ade, seorang warga Bekasi Barat kepada Ayojakarta -- jaringan Suara.com, Jumat (28/5/2021).
Warga lainnya, Maya juga menyampaikan hal senada. Dia mengaku rutin berlatih bulu tangkis di stadion ini.
Penerapan protokol kesehatan yang ketat, baik oleh diri sendiri dan petugas di sana, menjadi kunci utama.
“Kalau aku sih selalu ya bawa hand sanitizer, cuci tangan juga, dan yang bikin tenang karena ini ruang terbuka banget, bisa sekalian jemur badan,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Bagian Humas Pemkot Bekasi Sajekti Rubiah menjelaskan bahwa protokol kesehatan secara ketat sudah diterapkan dengan maksimal sesuai standar yang berlaku.
"Setiap hari Senin dan Kamis sore area stadion selalu disemprot disinfektan, jadi bagi warga yang mau olahraga terbilang aman dan tidak perlu takut tertular virus," kata dia.
Baca Juga: Museum Dirgantara dan Antariksa Nasional AS Dibuka Kembali
"Pengelola stadion juga menyiapkan sarana penunjang prokes, seperti area cuci tangan," tambah Sajekti.
Dia menyatakan bahwa ruang isolasi pasien Covid-19 berada di sisi bagian tribun barat Stadion Patriot Cadrabhaga. Pintu keluar masuk dari ruang isolasi tersebut selalu dijaga petugas.
Sehingga, pasien tidak dapat keluar masuk secara sembarangan.
"Warga banyak yang olahraga di stadion, juga aparatur Pemkot Bekasi juga olahraga di sini tiap Selasa dan Jumat pagi," katanya.
Berita Terkait
-
Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang
-
Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP
-
Siswi Korban Bully Diminta Uang Damai Rp200 Juta, Orangtua Pelaku Diduga Anggota DPRD Bekasi
-
Rumah Saksi Kasus Ijon Bekasi Dibakar, Eks Penyidik KPK: Teror Serius terhadap Pemberantasan Korupsi
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Laris Manis! Lelang 71 Motor Dinas Pemkab Karawang
-
Pemerintah Lelang Enam Proyek PSEL, Ini Lokasinya
-
Ade Armando dan Permadi Arya Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Polisi Siapkan Lab Forensik Digital
-
Kasus Kanker Payudara Tembus 1,9 Juta, BPJS: Biaya Pengobatan Tembus 1,99 Triliun
-
Candaan Berujung Masalah? Kenali Batasan Humor Agar Tak Berakhir Jadi Pelecehan