SuaraBekaci.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mengkonfirmasi bahwa pria yang viral menggunakan atribut dan kabur saat menghentikan pengendara mobil bak terbuka bukan merupakan personelnya.
Diketahui, seorang pria menggunakan seragam biru dan lengkap dengan tulisan Dishub dan logo Kota Bekasi viral setelah aksinya di Harapan Indah Kota Bekasi terekam video dan menyebar di media sosial.
Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishub Kota Bekasi, Ikhwanudin Rahmat mengatakan bahwa pria yang viral tersebut bukan merupakan personel Dishub Kota Bekasi.
"Iya betul itu personel gadungan, itu bukan personel kita," kata dia saat dihubungi Suara.com, Senin (5/4/2021).
Dia memastikan bahwa pihaknya telah memeriksa hal tersebut. Hasilnya, pria di dalam video itu bukan merupakan bagian dari Tim Tindak Dishub Kota Bekasi.
"Pagi ini, kami sudah memeriksa seluruh anggota Tim Tindak, dan kami tidak menemukan pria yang ada didalam video tersebut," katanya.
Terpisah, Kepala Seksi Penindakan LLAJ Dishub Kota Bekasi Arlindos Dos Reis Basmery mengatakan, bahwa itu bukan merupakan anggotanya.
Dia menerangkan bahwa seluruh personel Dishub Kota Bekasi selalu dlengkapi dengan Surat Perintah (SP).
Selain itu, pria viral pada video yang tersebar itu menggunakan atribut yang tidak menunjukkkan sebagai anggota Dishub Kota Bekasi.
Baca Juga: Tri Adhianto Unggul dalam Survei Bakal Calon Wali Kota Bekasi
"Atribut yang kami pakai seperti nametag itu tertempel permanen di rompi yang mereka gunakan, dan sepatunya pun tidak seperti itu, serta apabila dilihat dari tempat perkara diduga di luar wilayah Kota Bekasi atau berada di perbatasan," katanya dilansir dari akun instagram remsi Dishub Kota Bekasi.
Berita Terkait
-
Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP
-
Siswi Korban Bully Diminta Uang Damai Rp200 Juta, Orangtua Pelaku Diduga Anggota DPRD Bekasi
-
Rumah Saksi Kasus Ijon Bekasi Dibakar, Eks Penyidik KPK: Teror Serius terhadap Pemberantasan Korupsi
-
Teka-teki Kematian Bos Tenda di Cibitung: Tewas Penuh Luka, Perampokan atau Dendam?
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Menjawab Tantangan Urbanisasi: Mengapa Teknologi Kebersihan Kini Jadi Investasi Wajib?
-
Bekasi Lolos Syarat Lelang Proyek PSEL, Sampah Siap Diubah Jadi Listrik pada 2028
-
Siap-Siap Hemat Air! BMKG Prediksi Kemarau Jawa Barat Lebih Kering dan Lama
-
Ironi di Fakultas Hukum UI: Saat Tempat Belajar Keadilan Jadi Sarang Kekerasan Seksual
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan