SuaraBekaci.id - Mantan Ketua DPR RI yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang, Marzuki Alie merasa banyak mendapatkan tuduhan-tuduhan korupsi yang tidak berdasar.
Marzuki Alie menyatakan bahwa tuduhan-tuduhan korupsi itu merupakan risiko karena dirinya pernah menjadi seorang pimpinan di DPR.
"Banyak tuduhan-tuduhan korupsi yang tidak berdasar. Tapi itu semua adalah resiko sebagai pimpinan yang selalu dikaitkan, apabila ada persoalan-persoalan hukum," kata Marzuki Alie melalui akun twitternya, Selasa (30/3/2021) malam.
Kendati demikian, dia menegaskan bahwa tuduhan itu tidak berdasar. Dirinya juga menyatakan, bahwa tidak ada fakta hukum yang menyebut kalau dirinya pernah menerima sesuatu.
Marzuki Alie pun mengklaim tidak pernah main-main anggaran saat menjabat sebagai anggota legislatif di DPR. Dia pun menantang agar hal terebut dicek di Badan Anggaran DPR.
"Walaupun disebut menerima sesuatu, tapi tidak ada fakta hukum sama sekali. Lima tahun di DPR tidak sekalipun main-main anggaran, bisa dicek di banggar," katanya.
Berita Terkait
-
Demokrat Murka SBY Dituduh Dalang Ijazah Palsu Jokowi, Akun TikTok Diberi 3 Hari untuk Minta Maaf
-
Analis Beberkan Peluang PKS-Demokrat Berkoalisi di 2029, Mau Usung Prabowo Lagi?
-
Demokrat Tolak Tunjangan Rumah DPR RI: Tidak Tepat di Tengah Kesulitan Rakyat
-
Ditanya Nasib Kapolri, Ibas: 'Itu Presiden ya, Kita Buat Kondisi Lebih Tenang'
-
Wakili Ketum Partai Demokrat, Ibas Penuhi Panggilan Mendadak Prabowo di Istana Negara
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Nenek Nekat Curi 16 Baju di Tanah Abang, Begini Kondisinya!
-
Daftar Jaksa Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap Bupati Bekasi Non Aktif Ade Kuswara Kunang
-
Sengketa Lahan di Cikarang: Pemkab Bekasi Lawan Warga, Diduga Ada Mafia Tanah
-
450 Ton Sampah Pasar Induk Kramat Jati Dibawa ke Bantar Gebang Bekasi
-
Polda Metro Jaya Lanjutkan 'Interogasi' Dr. Richard Lee dari Pertanyaan ke-74