SuaraBekaci.id - Seorang mantan nahkoda bernama Budi (49) banting setir usai pensiun. Dia menjalankan usaha olahan ikan sejak 2006 setelah berhenti melaut.
Usaha olahan ikan mantan nahkoda yang merupakan warga Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal ini mendapatkan omzet jutaan rupiah setiap harinya.
Tempat usaha olahan ikan yang dimiliki Budi bernama Ulam Sari. Lokasinya berada di Jalan Bawal Gg 7 RT 10/03, Tegalsari, Kota Tegal.
Budi menceritakan awal mula membuka usaha olahan ikan tersebut. Dia mengatakan, awal mula membuka usaha itu ketika dirinya berhenti nahkoda setelah selama 12 tahun melaut. Dirinya lalu memulai usaha itu lantaran tidak tahan menganggur.
"Sebenarnya ini meneruskan usaha istri. Istri dari tahun 1996 jualan empek-empek, tapi kecil-kecilan. Sehari paling bikin 3 sampai 4 kilogram sehari. Berhubung saya nganggur saya kembangkan," katanya dilansir dari AyoBandung.com -- jaringan Suara.com, Jumat (19/3/2021).
Sebelum memulai bisnis, dia bekerja di rumah produksi olahan ikan di Sukabumi. Hal itu dia lakukan untuk mempelajari tentang produk olahan ikan.
"Saya kerja selama dua bulan di rumah produksi olahan ikan di Sukabumi tanpa minta digaji. Saya pulang dan terapkan ilmu yang saya dapat," katanya.
Pulang 'belajar' di rumah produksi tersebut, dia mengembangkan usaha istrinya.
Jika sebelumnya hanya memproduksi empek-empek, kini sudah ada 10 jenis olahan ikan yang dihasilkan. Di antaranya keong mas, empek-empek, otak-otak, bakso ikan, somay ikan, ekado, nuget, lumpia, kaki naga ikan dan lainnya.
Baca Juga: Polisi Buru Pemilik Akun Instagram Bareskrim Polres Kota Bekasi
Dia telah memiliki sembilan karyawan. Dalam sehari, dia bisa memproduksi sebanyak 1,5 kuintal ikan.
Dengan harga Rp 12 ribi/bungkus untuk seluruh produk, omzet yang dia terima setiap harinya mencapai Rp3 juta sampai Rp4 juta.
"Alhamdulillah setelah merintis dari tahun 2006, usaha jalan terus. Usaha juga semakin berkembang setelah dapat bantuan mesin, truk boks dan freezer dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tegal pada tahun 2009," katanya.
Ia juga mengatakan, olahan ikannya itu berbeda dari yang lainnya. Bukan hanya soal rasa tetapi juga kualitas ikan yang dipakai.
"Kita pakai neriplus buat pengaganti micin. Ikan juga kita pilih ikan yang masih segar, karena kita sangat memperhatikan mutu," ujarnya.
Berita Terkait
-
Momen Tepuk Sakinah Wali Kota Tegal Bikin Jokowi Ngakak, Nikahi Gadis Solo dengan Saksi Presiden
-
Wali Kota Tegal Nikahi Gadis Solo: Jokowi dan Zulhas Jadi Saksi, Tepuk Sakinah Jadi Sorotan!
-
Profil Walkot Dedy Yon: Pewaris Tahta Dedy Jaya Group, 2 Kali Cerai, Nikah Lagi Disaksikan Jokowi
-
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono Menikah, Semangat Tepuk Sakinah Disaksikan Jokowi
-
Nakhoda KMP Tunu Pratama Jaya Dicari Netizen: Jadi Saksi Kunci Tenggelamnya Kapal
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
BRI InFrame 2026 Jadi Ruang Dokumentasi Wajah Ekonomi Kerakyatan
-
Pelaku Kekerasan Seksual Dapat Surat Pembebasan Bersyarat Jelang HUT RI
-
Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel
-
Eks Pj Bupati hingga Ketua DPRD Bekasi Diperiksa KPK, Kasus Suap Rp11,4 Miliar Memanas
-
BRI Bahas Strategi Investasi Syariah dan Pengelolaan Aset di Sharia Wealth Forum 2026