SuaraBekaci.id - Seorang warga Teluk Pucung Bekasi Utara Kota Bekasi menyerahkan buaya peliharaannya ke Dinas Pemadam Kebakaran atau Dinas Damkar Kota Bekasi. Buaya tersebut diserahkan ke Dinas Damkar Kota Bekasi karena ukurannya yang sudah semakin besar dan pemilik tak dapat lagi memberikan makanan.
Adalah Dedeh, warga yang menyerahkan buaya dan tinggal di Jalan Rasamala 2 Blok O RT 08 RW 42 Kelurahan Telukpucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi.
Dedeh mengaku memelihara buaya air tawar yang dibeli dari Pasar Hewan di Jatinegara itu sejak masih berukuran kecil. Seiring berjalannya waktu, buaya itu kini sudah memiliki ukuran sekitar 2 meter.
Makanan buaya yang semula ikan lele berubah menjadi ayam. Dia dan keluarganya kesulitan untuk memenuhi hal tersebut di tengah pagebluk Covid-19. Sehingga, buaya itu diserahkan ke penangkaran buaya melalui Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi.
"Itu peliharaan dari kecil, sekarang sudah besar hampir dua meter, jadi saya nggak bisa kasih makan, jadi saya kasih saja gitu ke penangkaran buaya," kata Dede di Bekasi, Senin (1/3/2021).
Karena sudah tidak bisa memberi makan, sudah hampir sekitar satu bulan mulut buaya tersebut dilakban.
"Makanya saya kasihan kan," katanya.
Terpisah, Kepala Seksi Komunikasi dan Investigasi Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Heri Kurnianto mengatakan, pihaknya telah menerima buaya tersebut
Rencananya, buaya itu akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Baca Juga: Ratusan Nakes RSUD Bekasi Penyintas Covid-19 Akan Donor Plasma Konvalesen
"Berhubung tim dari BKSDA baru besok (hari ini) akan mengambilnya jadi saat ini diambil oleh pecinta reptil dari rekomendasi BPBD," katanya.
Berita Terkait
-
Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?
-
Polisi Periksa PT Vinfast Auto hingga Green SM, 36 Saksi Digeber Bongkar Tragedi KRL Bekasi!
-
Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM
-
Update Tragedi Bekasi: 84 Korban Sudah Pulang, KAI Buka Pintu Klaim Biaya Medis dan Trauma Healing
-
Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Dinas Bina Marga hingga PU, Bos Taksi Green SM Ditunda Besok
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Tersangka Pencabulan 50 Santriwati di Pati Belum Ditahan, KPAI: Pelaku Harus Dihukum Berat!
-
130 Sekolah Dasar di Kabupaten Ini Tidak Punya Kepala Sekolah
-
Tembok Sekolah di Jakarta Selatan Roboh, Bagaimana Nasib Siswa?
-
Hillary Brigitta Lasut Semprot Amien Rais: Serangan ke Teddy Bukan Kritik, Tapi Fitnah
-
KAI Buka Layanan Klaim Pengobatan Korban Insiden Bekasi Timur: Ini Syarat dan Caranya