SuaraBekaci.id - Sebanyak 11.628 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban banjir di Kabupaten Bekasi pada Sabtu (20/2/2021). Banjir tersebut disebabkan karena intensitas hujan yang tinggi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln mengatakan, banjir merendam sebanyak 17 dari 23 kecamatan di wilayah tersebut.
Selain curah hujan, kata dia, banjir juga disebabkan karena meluapnya daerah aliran sungai dan efek pembagunan di Kabupaten Bekasi.
"Ada 11.628 yang terdampak dari 17 kecamatan," Kata Henri melalui keterangan tertulisnya.
Henri juga mengatakan terdapat sebanyak 82 titik banjir yang berada di 40 desa dan kelurahan Kabupaten Bekasi.
Selain BPBD, terdapat juga petugas dari Polres, Kodim, BASARNAS, PMI, DESTANA, dan relawan lain dalam penanganan untuk melakukan evakuasi, memberikan pertolongan serta memberikan logistik kepada warga yang terdampak banjir.
Berikut data ketinggian genangan air di 17 Kecamatan Kab. Bekasi
- Tambun Selatan genangan air 50-150 cm
- Cibitung genangan air 50-150 cm
- Setu genangan air 50-150 cm
- Cikarang Selatan genangan air 50-70 cm
- Cikarang Pusat genangan air 50-150 cm
- Cibarusah genangan air 50-80 cm
- Cikarang Utara genangan air 50-150 cm
- Sukawangi genangan air 40-60 cm
- Muaragembong genangan air 40 cm
- Serang Baru genangan air 50-70 cm
- Cikarang Timur genangan air 50-150 cm
- Cikarang Barat genangan air 50-100 cm
- Babelan genangan air 50-60 cm
- Sukakarya genangan air 50-70 cm
- Tambun Utara genangan air 50-80 cm
- Kedungwaringin genangan air 80-150 cm
- Pebayuran genangan air 80 cm
Kontributor : Imam Faisal
Baca Juga: Seorang Ibu Nekat Dorong Motor Terjang Banjir di Bekasi, Ini Alasannya
Tag
Berita Terkait
-
Siap-Siap! Bekasi Bakal Punya Pusat Lifestyle Baru dengan Vibes Alfresco yang Estetik
-
Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai
-
Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur
-
Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Kelar, DPR ke KNKT: Kok Lama? Ini kan Bukan Pesawat Meledak!
-
Mulai Agustus 2026, Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Libur Panjang Isa Al-Masih: Simak Jadwal One Way di Jalur Puncak Bogor Terbaru
-
Juri LCC Empat Pilar Kalbar Berpihak? Ini Penjelasan Sekjen MPR RI
-
Alarm Darurat! 80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Menkomdigi: Ini Kehancuran!
-
Update Investigasi Kecelakaan Maut Kereta Api Bekasi: KNKT Ungkap Peran 'Black Box' Taksi Listrik
-
Samsung Perkuat Ekosistem Galaxy AI melalui Galaxy S26 Series dan Galaxy Buds4 Series