SuaraBekaci.id - Erinda Vanya Krista, bayi 8 bulan tak punya empedu sebagai penawar racun di tubuh. Kini kondisi Erinda Vanya Krista memprihatinkan.
Perut Erinda Vanya Krista membesar, mata Erinda Vanya Krista menguning.
Erinda Vanya Krista, bayi berusia delapan bulan asal Dukuh Ndasem RT 012, Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Jawa Tengah.
Erinda Vanya Krista mengidap penyakit langka atresia bilier membutuhkan uluran tangan.
Erinda Vanya Krista mengidap penyakit penyumbatan saluran empedu atau atresia bilier.
Saat ini empedu bayi yang lahir 14 Mei 2020 itu telah diangkat.
“Sekarang putri saya tidak memiliki empedu setelah diangkat lewat operasi di RS dr. Sarjito Yogyakarta saat berumur empat bulan yang lalu. Sejak operasi itu sampai sekarang kami harus mengontrolkan kesehatan Erinda ke RS dr. Sarjito setiap bulan sekali. Kondisi sekarang terlihat mata menguning dan mengalami gatal-gatal. Perutnya agak membesar tetapi stabil serta mengalami gizi buruk,” ujar Linggarsari, ibu bayi tersebut kepada Solopos.com, Rabu (10/2/2021).
Ayah Erinda Vanya Krista, Supriyanto bekerja sebagai bakul angkringan di dekat Lapangan Nguwer, Duyungan.
Dia harus banting tulang dan menjual barang yang dimiliki untuk membiayai pengobatan putrinya. Untuk meningkatkan berat badan Erinda, dokter merekomendasi untuk meminum susu yang harganya sampai Rp300.000-Rp400.000 per kaleng.
“Padahal dalam sebulan itu membutuhkan lima kaleng susu berukuran 400 gram. Kebutuhan untuk membeli susu ini yang membutuhkan banyak uang sementara penghasilan kami terbatas,” kata Supriyanto.
Baca Juga: Raja Salman Alami Radang Kantong Empedu, Seperti Apa Gejala dan Penyebabnya
Untuk memulihkan kondisi Erinda disarankan oleh dokter untuk melakukan cangkok hati.
Supriyanto menyampaikan cangkok hati itu bisa dilakukan dengan golongan darah yang sama.
Supriyanto menyebut golongan darah Erinda O+, sedangkan golongan sarah Supriyanto sendiri B dan golorngan darah istrinya A.
“Dokter angkat tangan kalau pendonor hati itu bukan dari keluarga. Tapi ada yayasan di Jogja yang menawari ada pendonor cangkok hati tetapi harus dilakukan di Jakarta. Saran dokter untuk cangkok hati umur bayi harus satu tahun lebih dan berat badannya 10 kg,” jelasnya.
Bidan Desa Duyungan Sulistyo Dwi Rahmani terus memantau perkembangan kesehatan Erinda dan berusaha membantu meringankan beban keluarga Supriyanto. Sulistyo menyampaikan biaya premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akan ditanggung oleh Pemkab Sragen lewat Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
Di sisi lain, Sulistyo bersama Kepala Desa Duyungan Arie Kurniasari juga peduli pada keluarga Supriyanto terutama untuk kesehatan Erinda.
Berita Terkait
-
Seni Memilah Pasangan di Buku Pernikahan Semanis Madu Bukan Sepahit Empedu
-
Idap Jantung hingga Thalassemia, Pelawak Prapto Pempek Butuh Bantuan
-
Fahmi Bo Diizinkan Pulang setelah Jalani Operasi Batu Empedu, Semua Biaya Ditanggung Raffi Ahmad
-
Mohon Doa, Fahmi Bo Siap Jalani Operasi Batu Empedu pada Sore Ini
-
Jangan Anggap Sepele! Nyeri Bahu Bisa Jadi Gejala Batu Empedu, Ini Penjelasannya
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi