SuaraBekaci.id - Dua gadis diperkosa ramai-ramai di taman oleh 10 orang lelaki muda. Si gadis baru berusia 15 tahun.
Salah seorang dari mereka awalnya berkenalan dengan lelaki di aplikasi kencan Snapchat. Setelah berkenalan, mereka pun bertemu.
Bukan dapat cinta, mereka malah diperkosa beramai-ramai. Dua remaja 15 tahun itu diperkosa di sebuah taman di Brisbane, hingga saat ini polisi sudah mendakwa empat pria.
Menyadur ABC News, Selasa (2/2/2021) tiga dari empat pria yang dituduh memerkosa dua gadis remaja di selatan Brisbane Desember lalu, masing-masing didakwa lebih dari 40 pelanggaran.
Menurut keterangan polisi, dua korban yang berusia 15 tahun dijemput dari stasiun kereta Woodridge sebelum bertemu dengan 10 pria di sebuah taman di Calamvale pada 28 Desember.
Di taman tersebut, kedua gadis tersebut dicekoki alkohol dan obat-obatan dan akhirnya mereka berulang kali dilecehkan secara seksual.
Seorang pria asal Acacia Ridge berusia 22 tahun dan seorang pria dari Runcorn berusia 21 tahun duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Magistrat Richlands.
Kedua pria tersebut masing-masing menerima 40 dakwaan yang terdiri dari 16 dakwaan pemerkosaan, sembilan dakwaan penyerangan dengan maksud untuk melakukan pemerkosaan, sembilan dakwaan perlakuan tidak senonoh terhadap seorang anak, dan dua dakwaan membius untuk melakukan pelanggaran yang dapat didakwa.
Kedua pria tersebut tidak ada yang mengajukan jaminan dan kedua kasus tersebut ditunda hingga 22 Maret.
Baca Juga: Dua Remaja Jadi Korban Rudapaksa di Taman Brisbane, Empat Pria Didakwa
Tersangka ketiga, seorang pria dari Woodridge berusia 19 tahun, juga didakwa melakukan lebih dari 40 pelanggaran dan menjalani persidangan di Pengadilan Magistrat Brisbane.
Jaksa Penuntut Umum, Polisi Senior Min Hu, berkeberatan dengan jaminan pria tersebut dan tetap mengurungnya dalam tahanan dan menyebutkan kasus itu ekstrim dan "serius".
Pengadilan mendengar pria itu mengenal salah satu gadis dari aplikasi media sosial Snapchat, dan meyakinkannya untuk bertemu dengan mereka.
Pengadilan juga mendapatkan laporan bahwa salah satu tersangka mengancam korban dengan botol pecah.
Bianca Van Heerden, salah satu pengacara tersangka mengatakan kliennya mengaku berada di tempat kejadian namun mengaku tidak terlibat.
"Klien saya menyangkal keterlibatan apa pun tentang tuduhan seksual, ancaman atau serangan apa pun," katanya. "Dia akan membantah keras tuduhan itu." tegasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Remaja di Jakut Babak Belur Diamuk Massa, Diduga Rudapaksa Anak Berkebutuhan Khusus
-
Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia
-
Delhi Diteror Geng Pemerkosa India, Korbannya Cewek 17 Tahun
-
WNA Diduga Jadi Korban Pemerkosaan di Pantai Lakey, Polisi Amankan Terduga Pelaku
-
Mantan Guru Ngaji Diduga Cabuli Anak di Masjid, Korban Capai 24 Orang dalam 11 Tahun
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur
- Jelang Persebaya vs PSS Sleman, Bonek Punya Misi Kemanusiaan untuk Korban Karhutla
Pilihan
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
-
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Indonesia Terkait Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
Terkini
-
Polisi Mulai Masuk ke Masjid-masjid Lewat Program Subuh Keliling
-
Warga Bekasi Patungan Rp2,1 Miliar untuk Bangun Rumah Sakit di NTT
-
AHY Dukung Kejurnas Tinju 2026, Atlet dari 35 Provinsi Siap Adu Kekuatan di Atas Ring
-
Dorong Ekonomi Kerakyatan, BRI Perkuat Sinergi Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih
-
DPP Gempar Tegaskan Hillary Brigitta Lasut Sah Pimpin Panitia Natal Nasional 2026, Ini Dasarnya