Bimo Aria Fundrika
Selasa, 05 Januari 2021 | 18:50 WIB
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

SuaraBekaci.id - Pemerintah telah menyiapkan peta jalan vaksinasi Covid-19. Nantinya, orang yang berada di usia 18 hingga 59 akan menjadi prioritas penerima vaksin

Keputusan itu menjadi sorotan sejumlah pihak. Hal ini lantaran di negara maju Amerika dan Inggris justru memprioritaskan lansia sebagai penerima vaksin Covid-19

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI),Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp. PD-KHOM mencoba menganalisis kebijakan itu. Menurutnya hal tersebut dilakukan untuk mengurangi penularan lebih cepat. 

Sehingga pandemi Covd-19 bisa dengan cepat dikendalikan, dibanding memprioritaskan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil dan menyusui atau mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Apalagi usia produktif kerap menjadi agen penularan karena mereka masih aktif dan hilir mudik keluar rumah, tertular virus lalu membawanya ke rumah di mana ada lansia dan kelompok rentan lainnya. 

Kolase Vaksin Covid-19. (AFP/Norberto Duarte/ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Padahal kelompok rentan ini bisa mengalami infeksi yang lebih parah saat tertular Covid-19, bahkan berisiko kematian lebih tinggi dibanding usia produktif yang punya sistem kekebalan tubuh lebih baik.

"Saya rasa, apa yang dilakukan Indonesia juga ada baiknya. Asumsinya, orang dewasa usia kerja itu kan pastinya lebih muda, lebih aktif dan punya mobilitas tinggi. Sehingga, strategi tersebut diharapkan mengurangi penularan lebih cepat ketimbang vaksinasi lansia lebih dulu," ujar Prof. Zubairi melalui cuitan twitternya dikutip suara.com, Selasa (5/1/2021).

Selain itu, kata Prof. Zubairi belum adanya data tentang vaksin Sinovac aman digunakan untuk lansia diperkirakan jadi alasan. Mengingat vaksin Sinovac saat ini yang sudah tersedia di Indonesia dan siap disuntikkan.

Sedangkan uji klinis vaksin Sinovac di Bandung dilakukan untuk kategori usia 18 hingga 59 tahun. Adapun vaksin Sinovac yang diuji pada lansia dilakukan negara lain, bukan Indonesia.

Baca Juga: Rendah, Minat Tenaga Kesehatan di Papua Mau Disuntik Vaksin Covid-19

"Jawabannya saya kira sederhana. Apa? Ya karena kita belum memiliki cukup data tentang kemanjuran vaksin Sinovac pada lansia. uji klinis III di Bandung itu kan melibatkan orang berusia 18 hingga 59 tahun. Data untuk lansia masih kita tunggu laporan interim dari negara lain," tuturnya.

Keadaan ini berbanding terbalik dengan Amerika dan Inggris yang lebih dulu menggunakan vaksin buatan perusahaan farmasi Amerika dan Jerman, yakni vaksin Pfizer BioNTech yang disebut-sebut aman untuk segala usia, termasuk lansia.

"Sementara itu strategi di Inggris dan Amerika sudah jelas. Mereka memakai Pfizer BioNTech yang memang berkhasiat pada semua usia. Termasuk untuk lansia dan anak-anak. Kita lihat saja bagaimana efeknya nanti pada tiap negara, dengan strategi masing-masing," tutupnya.

Load More