SuaraBekaci.id - Pegiat media sosial Denny Siregar meminta 6 menteri baru Presiden Jokowi membersihkan kementerian mereka dari orang-orang pendukung PKS dan HTI. Namun Denny Siregar menyambut baik terpilihnya enam menteri baru Jokowi di kabinet Indonesia Maju itu. Salah satunya adalah Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Disitat dari akun Twitter pribadinya, Rabu (23/12/2020), Denny mengatakan, sudah lama kementerian di Indonesia dikuasai antek-antek PKS dan HTI.
Maka, kata dia, masing-masing menteri tersebut harus bertindak dengan segera membersihkannya.
“Untuk semua menteri Jokowi yang baru, selamat. Tugas pertama, tolong bersihkan jajaran kementerian dan para PNS dari antek-antek PKS dan HTI yang sudah lama berakar di dalam sana,” tulis Denny Siregar.
Selain pemantauan langsung di instansi negara, Denny juga meminta adanya penyisiran ketat di masjid yang terletak di area kementerian. Sebab, kata dia, di sanalah kelompok tersebut berkumpul dan ‘berkembang biak’.
“Masjid-masjid di kementerian juga dijaga, di sana proses pembiakannya,” terangnya.
Selain itu, secara khusus Denny Siregar juga turut mengomentari terpilihnya Sandiaga Uno sebagai Menparekraf.
Meski tak sedikit pendukung Jokowi menyesali pilihan tersebut, namun Denny justru mengapresiasinya.
Alasan Sandiaga mau jadi menteri
Baca Juga: Sempat Jadi Rivalnya, Sandiaga Genggam Tasbih Saat Dilantik Jokowi
Sandiaga Uno telah resmi menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.a menggantikan posisi Wishnutama.
Sandiaga mengaku alasan menerima pinangan sebagai pembantu Presiden Jokowi di Kabinet Indonesia Maju karena merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara. Sandiaga diketahui sempat bertarung bersama Prabowo Subianto menjadi lawan politik Jokowi yang berdampingan dengan Maruf Amin di Pilpres 2019 lalu.
"Jika negara memanggil, pada saat inilah menurut saya tanggung jawab ada di pundak masing-masing daripada kita," ujar Sandiaga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/12/2020).
Sandiaga menuturkan pandemi Covid dapat mengubah segalanya, termasuk dirinya. Selama dua minggu terpapar Covid-19, ia merenung bahwa di masa pandemi Covid-19, bahwa semua pihak akhirnya harus bersatu padu berkontribusi kepada bangsa dan negara.
Menurutnya, kondisi pandemi juga momentum di mana harus bersatu padu, menyingkirkan kepentingan pribadi, politik dan golongan demi kepentingan bangsa dan negara.
"Covid-19 ini adalah, game changer, Covid-19 mengubah segalanya terutama pada saat saya dua minggu terakhir melakukan pemulihan, saya bertafakur bertadabur, berkontemplasi, refleksi. Bahwa akhirnya kita semua harus bersatu padu untuk memberikan kontribusi terbaik sumbangsih kepada negara, singkirkan kepentingan pribadi politik atau golongan semua kita lakukan demi bangsa dan negara," kata Sandiaga.
Berita Terkait
-
Jelang Salat Jumat, Prabowo Goda PKS Minta Izin Lanjut Pidato 7 Menit
-
Canda Cak Imin ke PKS: Tak Apa Kalah Main Mini Soccer, Asal Jangan Jumlah Kursi
-
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI hingga Korpus BEM SI Perkuat dan Pimpin DPP Gema Keadilan 20262031
-
Komedian Narji Resmi 'Pindah Kapal' dari PKS ke PSI, Siap Tempur untuk Pemilu 2029
-
Marak Penyusup di Event Lari! 300 Personel Dikerahkan Amankan Rute Lari Pancasakti Run 2026
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Jakarta Sering Disalahkan, Studi Terbaru ITB Bongkar Penyebab Asli Polusi Jabodetabek
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan, Hery Gunardi Raih Best CEO Finance Asia 2026
-
BRI Perkuat Digital Banking untuk Bisnis, Qlola New Skin Hadir dengan Pengalaman Baru
-
Titik-Titik Terparah Krisis Air Bersih di Kabupaten Bekasi: Wilayah Ini Paling Menderita
-
Ekosistem Emas BRI Capai 153 Ton, Potensi Pertumbuhan Masih Terbuka