SuaraBekaci.id - Episode pertama ILC adalah membahas perseteruan Amien Rais dan Jaksa Agung. Saat itu tayangan ini disiarkan di SCTV dengan judul JLC, belum diubah jadi ILC.
Saat itu para pendiri JLC disuguhi tawaran yang cukup menarik oleh salah satu pemilik SCTV, yakni Henry Pribadi.
JLC yang sebelumnya hanya diskusi di belakang panggung saja, kali ini mendapat kesempatan untuk tayang di SCTV pada 14 Mei 1998 bertajuk perseteruan antara Jaksa Agung Andi M. Ghalib dan tokoh reformasi dari Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.
Sepak terjang JLC terus melonjak ketika Karni Ilyas diajak oleh Henry untuk menjadi Direktur Pemberitaan dan Hubungan Korporat SCTV. Bahkan Karni mendapat tempat yang istimewa pula, ia didapuk menjadi Pemimpin Redaksi (Pemred) di Liputan 6 menggantikan tokoh sebelumnya yang memutuskan untuk resign, yakni Riza Primadi.
Dengan jabatan di media televisi yang cukup empuk, Karni Ilyas pun mengangkat diskusi JLC yang sebelumnya hanya bersifat off-air menjadi salah satu tayangan yang ditunggu-tunggu di layar kaca. Terlebih para pemilik SCTV menyetujui dengan gagasan yang ditawarkan pihak pendiri JLC.
Sejarah Indonesia Lawyers Club
Sejarah Indonesia Lawyers Club dari tahun 1998. ILC berhenti tayang di TVone sejak, Selasa (15/12/2020) kemarin.
ILS berhenti tayang, meski dengan kata-kata "cuti panjang" tayang di TV. ILC akan pindah platform di media sosial Youtube.
Sejarah Indonesia Lawyers Club (ILC) bermula pada tahun 6 Mei 1992. Saat itu, Jakarta Lawyer Club (JLC) yang menjadi cikal bakal ILC untuk pertama kalinya dibentuk.
Baca Juga: ILC Pamit, Rocky Gerung: Salah Satu Pengganggu Telah Dilenyapkan
Lahirnya organisasi ini sendiri dipelopori oleh para praktisi hukum yang terdiri dari sembilan orang lulusan Sarajana Hukum.
Kemudian kesembilan orang itu menyepakati dan menandatangani sebuah piagam pendirian JLC, di antara mereka adalah Amir Syamsuddin, Denny Kailimang, Erman Rajagukguk, Karni Ilyas, Luhut MP Pangaribuan, OC Kaligis, Rudhy A. Lontoh, Todung Mulya Lubis, dan Wina Armada.
Setelah roda organisasi berjalan beberapa bulan, barulah pada 30 Juli 1992, JLC memutuskan untuk meluncurkan organisasinya ke publik. Dalam peluncuran di Executive Club Hotel Hilton Jakarta, Todung Mulya Lubis didapuk sebagai President JLC periode pertama dan didampingi oleh Vice President, Karni Ilyas.
Kemudian dua nama lainnya, Denny Kailimang dan Erman Rajagukguk ditunjuk menjadi Sekretaris Komite. Sedangkan lima orang sisanya menjabat sebagai anggota komite.
“JLC ini berdiri karena kita prihatin, pada waktu itu kok kelihatannya organisasi-organisasi advokat terpecah belah. Jadi, tidak ada satu pun organisasi advokat pada waktu itu yang bisa membawakan masalah-masalah hukum ke tengah masyarakat,” kata salah satu cikal bakal ILC, Denny Kailimang beberapa tahun lalu.
Adanya perpecahan di sejumlah tubuh organisasi advokat inilah yang mendorong mereka untuk membuat sebuah wadah di lingkaran masyarakat yang membahas seputar masalah hukum yang ada di tanah air.
Berita Terkait
-
Romy Bareno, Putra Karni Ilyas, Dapat Kursi Komisaris InJourney Airports
-
Lepas Jabatan Ketua Umum Partai Ummat, Menantu Amien Rais Ngaku 'Ngos-ngosan'
-
Lepas Jabatan Ketum Partai Ummat, Menantu Amien Rais Ngaku 'Ngos-ngosan'
-
Menantunya Mundur dari Ketum Partai Ummat, Amien Rais Tunjuk Ustaz Sambo Jadi Plt
-
Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
-
Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
Terkini
-
Usut Suap Bupati Bekasi, KPK Sasar Aset Mewah Anggota Polri di Subang
-
Belum Pernah Dilatih Rem Darurat di Tikungan, Masinis Argo Bromo Anggrek Malah Jadi Tersangka
-
Kementerian PU Operasikan Tiga Pompa Atasi Kekeringan Sawah di Bekasi
-
Mobil Damkar Hantam 6 Kendaraan Sekaligus di Cakung
-
Bantu Lansia Tetap 'Ngebul', Presiden Prabowo Bagikan Becak Listrik Gratis di Bekasi