SuaraBekaci.id - Seorang perempuan dicaci netizen karena cium patung Soekarno, Presiden Pertama Indonesia. Aksinya viral di media sosial.
Video cium patung Soekarno itu pun viral dan menuai pro dan kontra dari sebagian warganet.
Mulanya video itu diunggah oleh kreator Tiktok @aulmfti. Kabarnya, relaman video tersebut viral di Tiktok hingga ditonton hingga 1,7 juta kali dan menuai berbagai komentar dari para netizen. Saat berita ini ditulis, video itu telah disembunyikan oleh akun tersebut.
Namun, jejak digital memang sulit hilang. Kini, video cium patung Soekarno itu banyak diunggah kembali di berbagai platform media sosial seperti Instagram dan Twitter. Salah satu pengunggah video itu adalah akun Instagram @smart.gram, Selasa (8/12/2020).
Dalam video berdurasi beberapa detik itu terlihat seorang wanita berambut panjang tengah duduk di sebelah patung Presiden Soekarno. Wanita yang mengenakan celana jeans dan kaus model crop warna biru itu kemudian terlihat melepas masker di wajah patung tersebut sambil tertawa.
Tak berselang lama, ia berdiri dan mencium pipi kiri patung Bapak Proklamator lalu memegang peci dan kepalanya. Tindakan wanita tersebut menuai pro dan kontra.
Sebagian publik mengutuk keras aksi itu karena dianggap mempermaikan Presiden Pertama RI. Namun beberapa dari mereka menganggap aksi itu adalah hal yang biasa saja.
“Kalau orang yang pintar dan punya rasa nasionalis pasti akan marah... Coba lihat vidio itu apa pantas patung seorang Pahlawan di begitukan.. Paling tidak di hormati lah.. Bukan seperti itu,” ujar akun Instagram @moch_ifannet86.
“Salahnya di mana coba,” tanya akun Instagram @awer.dwpyn.
Baca Juga: Kronologi Peristiwa Rengasdengklok
“Itu kaga dia apa apain sarkadi [sekedar] cuma dicium."
“Yang nanya masalahnya apa. Kalo ga ada masalah secara hukum, inget ada juga yang namanya moral,” timpal akun Instagram @danangadianto.
Tak ingin berlarut-larut dihujat wanita cantik itu akhirnya membuka suara soal video viral cium mesra patung Ir Soekarno miliknya itu. Ia mengaku tak bermaksud mempermaikan sang Bapak Proklamasi dengan mencium patung tersebut.
“Mohon maaf banget, itu konten bukan mempermainkan Pak Soekarno, karena maskernya terbang dan itu masker aku,” jelasnya di kolom komentar.
“Tadinya konten ini mau aku buka masker terus aku mau cium patung bapa ini [Soekarno], tapi maskernya malah lepas terus terbang, makanya di situ aku ketawa,” tambahnya.
Berita Terkait
-
Dari Rp150 ke Rp17.000: Menelusuri Sejarah Kenaikan Harga BBM dari Era Soekarno hingga Prabowo
-
Damaikan Timur Tengah, Prabowo Disarankan Pakai Strategi Geopolitik Bung Karno
-
Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme
-
Pemberangkatan Haji 2026 Tuntas, Lebih dari 138 Ribu Jamaah Terbang ke Tanah Suci
-
Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Disorot Mendagri Akibat Belanja Pegawai Rp3,5 Triliun, Ini Solusi DPRD Kabupaten Bekasi
-
Dituduh Terlibat Korupsi Makan Bergizi Gratis Ponpes, Kapolres Metro Bekasi Buka Suara
-
Debt Collector Intimidasi Warga di Bekasi, Anggota DPR: Tangkap dan Usut Tuntas!
-
Wajah Baru Stadion Wibawa Mukti: Renovasi Rp40 Miliar Rampung 70 Persen, Ini Bocoran Fasilitasnya!
-
Program Makan Bergizi Gratis Dievaluasi Total, Zulhas : Satu Bulan