- Wakil Ketua Umum PERTINA Shelly mendukung program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo demi tumbuh kembang anak.
- PERTINA menghadapi kesulitan dalam mencari dan meregenerasi bibit atlet tinju kelas berat putra maupun putri di Indonesia.
- Program gizi diharapkan berjalan seiring pembinaan terencana di daerah guna mencetak atlet tinju berprestasi nasional.
SuaraBekaci.id - Wakil Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), Shelly Selowati H. Soejono, mendukung perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pemenuhan gizi anak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berharap program tersebut dapat membantu tumbuh kembang anak Indonesia sekaligus membuka peluang lahirnya bibit atlet tinju potensial, terutama di kelas berat.
Shelly yang juga mantan Director of International Boxing Association (IBA) mengungkapkan, Pertina masih menghadapi tantangan dalam mencari calon petinju kelas berat. Selama ini, Indonesia dinilai memiliki banyak petinju di kelas ringan, sementara atlet dengan potensi fisik untuk bersaing di kelas berat relatif lebih sulit ditemukan.
“Dalam tinju, kelas pertandingan ditentukan berdasarkan berat badan. Namun, untuk kelas berat, kami juga melihat postur dan tinggi badan sebagai bagian dari potensi atlet. Dari pengalaman pembinaan, mencari bibit kelas berat yang baik masih menjadi tantangan bagi Pertina,” kata Shelly.
Menurutnya, persoalan regenerasi atlet kelas berat tidak hanya terjadi pada petinju putra, tetapi juga putri. Pencarian bibit petinju kelas berat putri bahkan menghadapi tantangan lebih besar, meski kelas tersebut memiliki peluang prestasi yang perlu dikembangkan melalui pembinaan berkelanjutan.
Baca Juga:Pimpin Kejurnas Tinju Amatir 2026, Hillary Lasut Soroti Nasib Atlet dan Kesejahteraan Wasit
MBG Diharapkan Dukung Regenerasi Atlet Tinju
Shelly menilai, kualitas tumbuh kembang anak dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari asupan gizi, kondisi kesehatan, latihan, hingga pendampingan yang tepat. Karena itu, pemenuhan gizi sejak dini menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan generasi sehat dan berpotensi menjadi atlet.
“Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang, kami berharap program ini membawa manfaat bagi anak-anak. Pertina merasakan langsung sulitnya mencari bibit petinju kelas berat. Semoga dukungan gizi yang baik dapat membantu tumbuh kembang anak dan, dalam jangka panjang, membuka lebih banyak peluang bagi mereka yang memiliki potensi menjadi atlet,” ujarnya.
Meski demikian, Shelly menegaskan bahwa MBG bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan dalam mencetak atlet berprestasi. Potensi olahraga setiap anak perlu dikenali sejak dini dan dikembangkan melalui program pembinaan yang terencana, sesuai usia serta kondisi masing-masing.
Ia berharap perhatian terhadap gizi anak dapat berjalan beriringan dengan penguatan pembinaan olahraga di berbagai daerah. Dengan dukungan yang tepat, anak-anak yang memiliki potensi di bidang tinju diharapkan memperoleh kesempatan untuk berkembang menjadi atlet berprestasi.
Baca Juga:AHY Dukung Kejurnas Tinju 2026, Atlet dari 35 Provinsi Siap Adu Kekuatan di Atas Ring
Pertina Dorong Pembinaan Tinju hingga Daerah
Sebagai organisasi yang membina tinju dari tingkat akar rumput di seluruh Indonesia, Pertina memiliki jaringan daerah yang berperan dalam menemukan dan mengembangkan calon atlet. Jaringan tersebut menjadi salah satu modal penting untuk memperluas pencarian bibit petinju, termasuk di kelas-kelas yang selama ini masih kekurangan atlet potensial.
Shelly juga mengapresiasi prestasi petinju Indonesia yang telah meraih medali di berbagai ajang, termasuk SEA Games. Namun, menurutnya, keberhasilan tersebut perlu diikuti dengan upaya memperkuat regenerasi agar Indonesia memiliki atlet kompetitif di seluruh kelas pertandingan.
“Prestasi yang sudah diraih tentu membanggakan. Namun, pembinaan juga harus terus berjalan dan menjangkau kelas-kelas yang bibitnya masih terbatas. Kami berharap semakin banyak anak Indonesia tumbuh sehat, lalu mendapat kesempatan untuk mengenali dan mengembangkan potensinya,” katanya.
Shelly mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo terhadap persoalan gizi anak melalui program MBG. Ia berharap upaya pemenuhan gizi tersebut dapat menjadi bagian dari investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung perkembangan olahraga nasional.
“Harapan kami, perhatian terhadap gizi anak terus dijaga sebagai bagian dari investasi bagi generasi Indonesia. Pertina mendukung upaya yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Semoga ke depan semakin banyak bibit atlet bermunculan, termasuk petinju kelas berat putra dan putri,” tutup Shelly.