Penurunan permukaan tanah terjadi karena sejumlah aspek, antara lain karena penyedotan air tanah yang tidak terkendali.
"Dalam waktu yang tidak lama lagi, ketika memang ini terus berlangsung, di tahun 2050 diprediksikan 90 persen dari wilayah Jakarta, terutama di bagian utara, itu akan bisa tenggelam karena budaya atau kemudian penggunaan air yang tidak segera diselesaikan," ujar Arief saat itu.
Penurunan permukaan tanah Jakarta menjadi perhatian banyak pihak sejak bertahun-tahun yang lalu. World Economic Forum memprediksi Jakarta akan tenggelam pada 2050.
Ahmad Riza Patria yang menjadi wakil Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu mengatakan masalah itu pula yang dijadikan salah satu alasan ibu kota negara dipindah ke Kalimantan Timur.
"Berbagai program sudah disusun. Salah satu di antaranya yang dilakukan Pak Jokowi memindahkan ibu kota juga selain mengurangi kemacetan, pemerataan pendapatan, kemudian banjir termasuk tadi mengurangi turunnya muka air tanah dan sebagainya," kata Riza,