“Harapan ke polisi sih lebih ke dipandu aja itu untuk anak-anaknya kalau emang sekiranya mereka punya hobi di balap ya tolong lah, kalau di Sentul budgetnya terlalu tinggi tolong dibuatkan yang di area area Bekasi, dengan jam-jam yang terserah mereka bisa mereka pakai kapan aja dan jauh dari masyarakat itu,” tandasnya.
Sebelumnya, aksi balap liar ditempat yang sama juga terjadi pada Sabtu (15/7) pukul 05.30 WIB. Ham utu diungkapkan oleh warga sekitar, Robi (30).
“Ada (balap liar) saya ke sini pagi sekitar jam 5:00 WIB atau 5:30 WIB. Saya lihat sebentar, langsung ke dalam sini (warung) soalnya mau kerja,” kata Robi, saat ditemui SuaraBekaci.id, Senin (17/7).
Robi menceritakan saat itu dirinya melihat segerombolan anak muda yang tengah melakukan aksi balap liar menutup akses Jalan Sultan Hasanuddin. Sehingga, lalu lintas sempat terjadi kemacetan.
Baca Juga:Balap Liar Kembali Marak di Bekasi, Budayawan: Jangan Main Usir, Mereka Tak Ada Ruang Berekspresi
Meski diakui, aksi balap liar yang terjadi pada Sabtu (15/7) bukan kali pertama terjadi di wilayah itu. Ia mengaku belum mengehatui apakah aparat kepolisian kerap melakukan patroli di wilayah tersebut.
Warga sudah sering membubarkan aksi balap liar di wilayah itu. Namun, aksi tersebut selalu terulang kembali.
Hingga akhirnya warga bosan untuk melerai kembali aksi balap liar tersebut. Selain itu, ketakutan juga muncul dibeberapa benak warga seperti Robi ketika harus melerai aksi tersebut.
“Gak habis pikir, gak kasian sama orang tuanya di rumah ya. (Warga) udah cape membubarinnya, nanti ada lagi ada lagi, gak ada jeranya. Mending bubarin bocah berantem,” tandasnya.
Kontributor: Mae Harsa
Baca Juga:Duh! Aksi Balap Liar Kembali Marak di Bekasi, Warga Berulang Kali Bubarkan Tak Digubris