Di tahun yang sama, Bolden dibutuhkan tim Indonesia untuk bertanding di ajang FIBA Asia 2021. Ikut rapat dengar pendapat dengan Komisi III dan Komisi X DPR Ri itu dijalani Bolden dengan mulus.
Ia pun langsung mendapat paspor Indonesia di tahun yang sama. Paspor Indonesia juga diberikan kepada dua pebasket lainnya, Dame Diagne dan Serigne Modou Kane.
Istilah anak zaman sekarang, proses pebasket ini begitu sat set sat set. Lantas mengapa untuk pesepak bola begitu lama?
Yang juga harus menjadi perhatian dari publik ialah, aturan dari FIFA yang bisa jadi batu sandungan untuk pesepak bola naturalisasi.
Baca Juga:Striker Naturalisasi Malaysia Dikritik Jelang Kualifikasi Piala Asia 2023, Disuruh Jaga Pintu Tol
Aturan naturalisasi antara FIFA dengan FIBA, sebagai induk bola basket dunia sangat jauh berbeda. Di FIFA, aturan naturalisasi sangat ketat.
Aturan mengenai naturalisasi di FIFA tertuang di Statuta FIFA, Artikel 7. Ada empat aturan ketat di FIFA terkait naturalisasi. Pertama, pemain tersebut lahir di negara yang bersangkutan.
Kedua, salah satu atau kedua orang tua pemain lahir di negara bersangkutan. Ketiga, kakek atau nenek pemain lahir di negara bersangkutan, dan terakhir, pemain telah menetap selama paling tidak 5 tahun berturut-turut negara bersangkutan terhitung sejak ia berusia 18 tahun.
Dari penjelasan poin nomor 4, maka tidak heran jika Marc Klok baru bsia membela Timnas Indonesia di pertandingan resmi FIFA baru-baru ini.
Dari empat aturan ketat itu, FIFA terbaru juga mengubah aturan naturalisasi yakni pemain bisa mengubah kewarganegaraan jika tidak pernah bermain lebih dari 3 kali di pertandingan kompetitif untuk timnas suatu negara.
Baca Juga:Proses Naturalisasi Belum Rampung, Sandy Walsh Kecewa Berat Gagal Bela Indonesia Melawan Kuwait
Aturan ini diperbarui setelah kasus Munir El Haddadi pada 2018 yang memilih untuk membela timnas Maroko, berpindah dari timnas Spanyol.
Selain itu ada juga aturan baru naturalisasi FIFA yang menyebutkan pemain harus berusia di bawah 21 tahun saat membela timnas negara tersebut. Jika pemain berusia di atas 21 tahun saat membela negara tersebut, maka pemain itu tidak diperbolehkan untuk berpindah negara.
Untuk aturan baru ini, PSSI sudah melakukannya saat proses naturalisasi Elkan Baggott. Lantas bagaimana dengan aturan naturalisasi di FIBA?
Di FIBA hanya dijelaskan bahwa pemain yang bersangkutan harus sudah melewati proses naturalisasi yang dianggap sah oleh negara bersangkutan.
Dengan aturan ini maka tak heran jika Marquez Bolden bisa membela tim basket Indonesia bahkan sukses mempersembahkan medali emas SEA Games 2021.