Tarkam dan Revolusi Olahraga Indonesia Ala Soekarno

Soekarno menginginkan adanya Revolusi Olahraga Indonesia yang tertuang dalam lima program dasar.

Galih Prasetyo
Senin, 06 Juni 2022 | 17:37 WIB
Tarkam dan Revolusi Olahraga Indonesia Ala Soekarno
Presiden Soekarno membuka Pekan Olahraga Nasional pertama dibuka di Surakarta pada 1948 (Tangkapan layar akun Twitter @iradiojakarta)

Tak ada literasi sejarah yang bisa memastikan kapan budaya tarkam di sepakbola nasional pertama kali diadakan. Namun jika kita berkaca era 1950 hingga 1960, kita bisa sedikit menemukan fakta bahwa turnamen Tarkam di era tersebut menjamur.

Tidak hanya kompetisi antar kampung cabang sepak bola namun juga cabang olahraga lain. Hal ini tak lepas dari hasil Musyawarah Olahraga Nasional 1961. Dari hasil Munas Olahraga itu, sejumlah kegiatan olahraga wajib dijalankan.

Majalah Mimbar Penerangan Terbitan 1961
Majalah Mimbar Penerangan Terbitan 1961

Dari hasil Munas ini muncul Komando Gerakan Olahraga yang dipimpin langsung oleh Soekarno. Di bawah Soekarno ada Komite Olahraga (KO) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Mengutip dari hasil Munas Olahraga 1961, tujuan kegiatan olahraga diadakan di setiap daerah dari tingkat RT ialah mempertinggi mutu keolahragaan dalam segala bidang.

Baca Juga:Biografi Soekarno, Pendiri Bangsa Indonesia Lahir Hari Ini 6 Juni

Dari hasil Munas itu juga disebutkan bahwa pemerintah lewat Komando Gerakan Olahraga meminta pemerintah daerah di tingkat I, Kabupaten dan Kotapraja untuk membuat kegiatan cabang olahraga yang mempunyai bibit-bibit istimewa.

"Komando Gerakan Olahraga meminta pemerintah daerah di tingkat I hingga Kotapraja untuk menggelar kegiatan olahraga yang memberi harapan baik seperti kegiatan olahraga lari jarak jauh unutk Nusa Tenggara Barat dan Timur, renang jarak jauh unutk Sumatera Utara dan Jawa Barat, hockey untuk Sumatera Utara dan lari jarak pendek untuk Sulawesi Utara, Tengah dan Maluku,"

Dari fakta ini maka tak heran jika olahraga Indonesia di era Soekarno memiliki segudang atlet berprestasi. Konsep tarkam ini juga yang kemudian membuat sepak bola Indonesia memiliki catatan prestasi mumpuni di era 60-an.

Konsep tarkam memang bisa menjadi alternatif untuk menjadi sarana pencarian bibit muda Indonesia, utamnya di bidang sepak bola.

Konsep tarkam yang merupakan budaya grassroot bisa membongkar kekeliruan pemberdayaan sepak bola saat ini yang selalu dari bottom up ke bottom down dan diubah menjadi bottom down ke bottom up.

Baca Juga:Merayakan Hari Lahir Soekarno di Kampung Pandean Gang III Surabaya

Tarkam dengan segala positif dan negatifnya akan memecut para pemain muda, tidak hanya skill namun juga mental.

Keterbatasan tarkam membuat si pemain mampu membuat sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin. Ini bahasa mental yang belum tentu dimiliki oleh para pemain muda jebolan akademi dan SSB dengan pelbagai fasilitas mewah dan lengkap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini