Budayawan Bekasi Aki Maja Sebut Tradisi Leluhur seperti Pawang Hujan Jangan Diusik, Ini Alasannya

"Menurut saya hal ini suatu tradisi di masyarakat kita, memang orang kebanyakan melihat versi dari kacamata yang berbeda,"

Galih Prasetyo
Selasa, 29 Maret 2022 | 18:24 WIB
Budayawan Bekasi Aki Maja Sebut Tradisi Leluhur seperti Pawang Hujan Jangan Diusik, Ini Alasannya
Pawang hujan Rara saat beraksi di MotoGP 2022 Mandalika. (Twitter/@MotoGP)

Tiap tradisi juga memiliki ikon yang berbeda dalam penerapannya. Ikon tersebut tentunya sudah digunakan secara turun temurun dari kepercayaan leluhur.

"Tidak ada unsur musyrik saya rasa disitu, ritual kaya kemarin mba Rara menggunakan lonceng gitu, orang Chinese kalo memanggil sesuatu juga pasti bunyikan lonceng kan, menurut saya itu hanya ikon atau simbolik suatu tradisi saja sesuai kepercayaan," papar Aki Maja.

Aki Maja juga beranggapan tiap tradisi bisa dilakukan apabila memiliki prasyarat dan prosedur yang harus dilakukan terlebih dahulu.

"Kaya kita di muslim kan meminta sesuatu juga pakai doa, doa itu juga sebagai prasyarat, gamungkin kita diem aja. Ada juga orang memanggil sesuatu dengan bakar kemenyan simbolik nya wewangian," ungkapnya.

Baca Juga:Puji Aksi Rara di MotoGP, Jubir PSI Bongkar Alasan Formula E Tak Butuh Pawang Hujan

Langkah dari melakukan aktifitas tersebut tentunya memiliki tujuan untuk melestarikan budaya tradisi yang sudah dipercaya turun temurun dari suatu kelompok tertentu.

"Banyak yang bilang hal ini membuat negara kita menjadi mundur ke masa lalu, menurut saya hal ini justru melestarikan budaya dari nenek moyang, kalau itu nilainya kebaikan, dan tidak ada unsur-unsur keluar dari agama," tutupnya.

Kontributor : Rendy Rutama Putra

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini