alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Anti Gerah dan Lengket, Begini Cara Rawat Kulit untuk Para Hijabers

Lebrina Uneputty Senin, 25 Oktober 2021 | 15:05 WIB

Anti Gerah dan Lengket, Begini Cara Rawat Kulit untuk Para Hijabers
Perawatan Kulit Hijaber. (Pexels)

Tak heran jika banyak di antara hijaber yang enggan menggunakan pelembap karena khawatir membuat kulit semakin gerah dan lengket.

SuaraBekaci.id - Para hijabers perlu diketahui bahwa tinggal di negara tropis seperti Indonesia, gerah dan berkeringat memang sudah jadi hal yang biasa.

Tak heran jika banyak di antara hijaber yang enggan menggunakan pelembap karena khawatir membuat kulit semakin gerah dan lengket.

Namun, menurut dr. Irmadita Citrashanty, Sp.KK, hijaber ini memang kasusnya sedikit istimewa, karena penguapan keringat di permukaan kulit mereka lebih terbatas akibat tertutup pakaian.

Selain itu, permasalahan lain yang sering timbul adalah bau kurang sedap akibat tercampurnya keringat dengan bakteri yang terakumulasi di bawah busana yang tertutup.

"Itu sebabnya, hijaber membutuhkan produk perawatan kulit tubuh yang dikembangkan secara spesifik agar mereka terbebas dari gerah fisik sekaligus memberikan kesegaran sepanjang hari." kata dr. Irmadita dalam sebuah webinar baru-baru ini.

Agar terbebas dari gerah fisik, para hijaber membutuhkan rangkaian produk perawatan kulit yang tidak membuat gerah maupun lengket. Dan untuk pertama kalinya di dunia, Vaseline meluncurkan Vaseline Hijab Bright, rangkaian produk perawatan kulit tubuh yang secara khusus diformulasikan untuk para pengguna hijab.

Melalui kehadiran produk pertamanya yaitu Vaseline Hijab Bright All Day Radiant Cooling Serum, Vaseline ingin mendukung para hijaber agar #BebasGerah sehingga mereka dapat lebih fokus mengembangkan diri dan mewujudkan mimpi mereka.

Tidak hanya terbebas dari gerah fisik, Vaseline juga membawa pesan Terbebas dari Gerah Emosional, yaitu pentingnya untuk selalu berpikiran positif dan fokus mengoptimalkan potensi untuk meraih hal-hal yang luar biasa di dalam hidup.

Menurut Ayoe Sutomo, M.Psi., Psikolog, yang juga hadir dalam webinar yang sama, “Para perempuan berhijab seringkali dihadapkan dengan rangkaian ekspektasi, ‘tuntutan’ hingga judgement di tengah masyarakat, baik dalam keseharian mereka di dunia nyata maupun media sosial. Kondisi ini akhirnya tak jarang menambah beban mental, membatasi ruang gerak, hingga menghambat mereka dalam berupaya menjadi versi terbaik dari dirinya."

Itu sebabnya, para hijaber membutuhkan dorongan semangat agar mampu mengelola gerah emosional mereka, sehingga mereka dapat dengan nyaman mengeksplorasi dan meraih potensi diri.

Komentar

Berita Terkait