alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Di Tambang Penuh Kelelawar, Pakar Temukan Data, Virus Corona Mungkin di China Sejak 2012

Lebrina Uneputty Senin, 11 Oktober 2021 | 09:10 WIB

Di Tambang Penuh Kelelawar, Pakar Temukan Data, Virus Corona Mungkin di China Sejak 2012
Keganasan Virus Corona Memakan Sel Otak Kelelawar. (Youtube/Nikon Instrument)

Dr Latham percaya, Covid-19 mungkin telah berevolusi dalam tubuh pekerja yang terinfeksi sejak 2012 silam.

SuaraBekaci.id - Seorang pakar Amerika Serikat (AS) Direktur Eksekutif Proyek Sumber Daya Biosains AS, Dr Jonathan Latham meneliti asal muasal virus Corona (Covid-19).

Menurut Dr Latham, virus Covid 19 kemungkinan berasal dari pekerja di tambang Mojiang, Yunan Selatan, China.

Dr Latham percaya, Covid-19 mungkin telah berevolusi dalam tubuh pekerja yang terinfeksi sejak 2012 silam.

Dia menemukan data pada April 2012, enam pekerja tambang dirawat di rumah sakit dengan sistem mirip virus corona setelah bekerja di gua yang dipenuhi kelelawar. Tiga orang akhirnya meninggal.

Menurut Dr Latham, virus yang akhirnya menjadi SARS-CoV-2 dan menyebabkan Covid-19, mungkin telah berevolusi di dalam tubuh para penambang ini sebelum melarikan diri ke populasi, melalui sampel penyakit yang dikirim ke para peneliti di Wuhan.

Munculnya varian Alpha di Kent tahun lalu dari satu pasien immunocompromised, ia mengungkapkan adalah bukti bahwa virus dapat membuat "lompatan evolusi yang aneh" ketika berada di dalam individu untuk waktu yang lama.

"Teori ini membutuhkan ratusan mutasi dalam satu penambang untuk berubah menjadi Sars-Cov-2. Beberapa dekade dijejalkan menjadi sekitar enam bulan," jelas Dr Latham sebagaimana melansir laman Mirror, Senin (11/10/2021).

Dia menambahkan, pihaknya telah mendengar tentang fenomena mengejutkan dari kasus terisolasi dari evolusi yang sangat cepat pada virus di Inggris.

Evolusi yang terjadi pada satu individu di Inggris sama banyaknya dengan jutaan infeksi lainnya.

"Teori kami mengusulkan bahwa evolusi serupa terjadi di dalam paru-paru para penambang, setelah penyakit misterius pada 2012," katanya.

Komentar

Berita Terkait