Jual Obat di Atas HET, 4 Pegawai Apotek di Bekasi Terancam 5 Tahun Bui

"Tidak menutup kemungkinan pemilik apotek juga kami tetapkan tersangka," kata Kasatreskrim Polres Metro Bekasi.

Rizki Nurmansyah
Kamis, 29 Juli 2021 | 21:08 WIB
Jual Obat di Atas HET, 4 Pegawai Apotek di Bekasi Terancam 5 Tahun Bui
Kasatreskrim Polres Metro Bekasi AKBP Andi Oddang (tengah) menunjukkan barang bukti kasus penjualan obat di atas harga eceran tertinggi (HET) Kemenkes di Lobbi Mapolrestro Bekasi, Kamis (29/7/2021). (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah]

Mereka juga menjual obat Azithromycin 500 miligram kepada masyarakat seharga Rp 13.333 per tablet dari HET Rp 1.700 per tablet.

Saat diminta keterangan penyidik, tersangka mengaku menjual harga tinggi demi mendapatkan keuntungan lebih besar padahal harga tertinggi obat-obatan tersebut sudah ditetapkan pemerintah untuk penanganan COVID-19.

"Instruksi Kapolri juga sangat jelas agar dilakukan penindakan jika ada apotek yang menjual obat diatas harga eceran tertinggi. Tersangka tidak dilakukan penahanan, apotek juga tidak disegel karena sesuai Surat Edaran Kapolri terkait masalah ini agar peredaran obatan-obatan COVID-19 ini tidak terganggu," katanya.

Dari tempat kejadian perkara petugas mengamankan barang bukti berupa delapan strip atau 48 tablet obat Azithromycin 500 gram dan satu lembar nota pembelian atas tiga strip Azithromycin 500 gram dari apotek MF.

Baca Juga:Didenda Rp 12 Juta Langgar PPKM Bekasi, Seleb TikTok Juy Putri Akui Salah

Sementara dari apotek BL barang buktinya 10 tablet obat Fluvir 75 miligram, lima tablet Azithromycin 500 miligram, faktur pembelian beserta invoice, dan kuitansi penjualan satu boks obat Fluvir 75 miligram, dan lima tablet Azithromycin 500 miligram. [Antara]

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini