alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Kematian COVID-19 Naik, Pengusaha Mebel Alih Fokus Buat Peti Jenazah

Rizki Nurmansyah Sabtu, 17 Juli 2021 | 17:40 WIB

Kasus Kematian COVID-19 Naik, Pengusaha Mebel Alih Fokus Buat Peti Jenazah
Pekerja tengah memproduksi peti jenazah di Kampung Siluman, RT 1 RW 18, Kelurahan Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (17/7/2021). [SuaraBekaci.id/Imam Faisal]

Awal mula membuat peti jenazah dikarenakan sulitnya mencari peti saat saudaranya meninggal dunia.

SuaraBekaci.id - Tingginya angka kematian akibat COVID-19 membuat peti jenazah menjadi salah satu barang yang dicari saat ini.

Pengusaha mabel Nabin Abdulah (50) menjelaskan awal mula membuat peti jenazah dikarenakan sulitnya mencari peti saat saudaranya meninggal dunia.

"Awal mula saya ikut penguburan saudara, ada kelangkaan peti jenazah. Kebetulan karena saya usaha di bidang kayu, jadi apa salahnya saya buat juga," jelasnya saat ditemui SuaraBekaci.id di bengkelnya, Sabtu (17/7/2021).

Nabin mengungkapkan, ia telah memproduksi peti jenazah sejak sepekan lalu di Kampung Siluman, RT 1 RW 18, Kelurahan Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: PPKM Darurat, Pemkab Bekasi ke Warga: Salat Idul Adha di Rumah Saja

"Baru seminggu (membuat peti mati). Kalau dari saya umumnya (harganya) Rp 1,2 juta. Baru laku 20 peti," kata Nabin.

Sebelumnya, lanjut Nabin, dirinya hanya membuat perabotan yang berbahan dasar kayu seperti meja belajar dan juga kursi.

"Bikin kursi sama meja belajar lipat untuk anak TK. Kami juga bisa buat kitchen set atau kursi sofa," katanya.

Nabin juga mengatakan akan menyanggupi jika ada pihak-pihak yang membutuhkan peti jenazah dalam jumlah yang cukup banyak.

"Saya mengharapkan dari pihak-pihak seperti rumah sakit atau TPU, barangkali jika membutuhkan peti yang banyak atau sedikit kami siap," ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Tiadakan Salat Idul Adha di Masjid dan Takbir Keliling

Kontributor : Imam Faisal

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait