- Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur menangkap pasangan suami istri pelaku penipuan berkedok promo paket wedding organizer melalui Instagram.
- Para tersangka menjerat calon pengantin dengan tawaran paket pernikahan harga murah melalui komunikasi intensif di aplikasi WhatsApp.
- Polisi masih mengembangkan kasus ini dan mengimbau masyarakat agar selektif memeriksa legalitas serta reputasi jasa penyelenggara pernikahan.
SuaraBekaci.id - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Timur mengungkap modus yang digunakan pasangan suami istri pemilik penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) dalam melakukan penipuan terhadap sejumlah calon pengantinnya diduga melalui promo paket pernikahan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKP Bayu Kurniawan menjelaskan para korban pertama kali mengetahui jasa WO tersebut melalui iklan yang dipasang di media sosial Instagram.
"Pada awalnya, para korban mendapatkan iklan jasa pernikahan ini melalui media sosial Instagram. Selanjutnya, karena di situ ada iklan-iklan, para korban ini tertarik, berlanjut dengan komunikasi melalui WhatsApp ke adminnya langsung," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKP Bayu Kurniawan di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin (1/6).
Iklan yang menarik perhatian calon pengantin kemudian berlanjut ke komunikasi pribadi melalui aplikasi WhatsApp.
Menurut Bayu, saat komunikasi berlangsung melalui WhatsApp, para tersangka menawarkan berbagai promo dan paket pernikahan dengan harga yang dinilai menarik bagi calon pelanggan.
"Pada saat komunikasi melalui WhatsApp itulah, para tersangka ini menawarkan promo-promo terhadap paket pernikahan yang ditawarkan kepada para korban," ujar Bayu.
Polisi saat ini masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya korban lain di luar wilayah Jakarta Timur. Berdasarkan informasi yang diterima penyidik, sejumlah korban diketahui berasal dari wilayah Bekasi.
Terkait adanya laporan dari korban di Bekasi, Bayu mengatakan pihaknya akan membuka koordinasi dengan aparat penegak hukum di wilayah tersebut.
Menurut dia, apabila terdapat laporan yang ditangani kepolisian setempat, maka proses penyidikan dapat dilakukan secara terkoordinasi.
Baca Juga: Bawa Kabur Uang Rp84 Juta, Kantor Wedding Organizer di JGC Ternyata Sudah Kosong
"Mungkin nanti kalau terkait ada korban yang melaporkan di Bekasi, penyidik dari Bekasi akan berkoordinasi dengan kami terkait dengan penanganan di sini. Kalau memang nanti dari penyidik di Bekasi ingin melakukan pemeriksaan terhadap tersangka yang sudah kita amankan, maka kami persilakan," jelas Bayu.
Kasus dugaan penipuan wedding organizer itu menambah daftar panjang praktik penipuan berkedok jasa pernikahan yang belakangan marak terjadi.
Oleh karena itu, Bayu mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dan berhati-hati sebelum memutuskan menggunakan jasa penyelenggara pernikahan.
Dia mengimbau calon pengantin agar melakukan pengecekan terhadap legalitas, rekam jejak, serta reputasi wedding organizer sebelum melakukan pembayaran atau menandatangani kesepakatan kerja sama.
"Dalam kesempatan ini, kami dari Satreskrim Polres Jakarta Timur mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih wedding organizer. Coba diperhatikan apakah WO ini benar terverifikasi, memiliki track record yang baik," tutur Bayu.
Selain itu, masyarakat juga diminta agar mewaspadai penawaran paket pernikahan dengan harga yang jauh di bawah harga pasar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang