- Cap tangan di Gua Liang Metanduno, Pulau Muna, berusia 67.800 tahun, menjadi seni rupa tertua di dunia.
- Penemuan ini membuktikan seni purba muncul di Nusantara, menantang teori Eurosentris mengenai perkembangan kognitif manusia.
- Penanggalan Uranium menunjukkan manusia modern telah berada di Nusantara sebelum jalur migrasi ke Australia.
SuaraBekaci.id - Indonesia kembali mengejutkan dunia arkeologi. Penemuan di Gua Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, telah menggeser paradigma sejarah seni rupa dunia.
Situs Liang Metanduno merupakan warisan dunia yang sangat rapuh.
Pelestarian wilayah ini sangat krusial karena menyimpan kunci rahasia perjalanan panjang umat manusia.
Berikut adalah fakta-fakta yang perlu kamu ketahui:
1. Berusia 67.800 Tahun (Tertua di Bumi)
Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature ini mengonfirmasi bahwa cap tangan di Pulau Muna berusia setidaknya 67.800 tahun.
Angka ini resmi mematahkan rekor lukisan gua di Spanyol (64.000 tahun) dan membuktikan bahwa Indonesia adalah rumah bagi ekspresi artistik tertua di dunia.
2. Mematahkan Teori "Eurosentris"
Selama puluhan tahun, banyak ahli percaya bahwa kemampuan seni manusia pertama kali muncul di Eropa.
Namun, temuan ini menjadi bukti kuat bahwa manusia purba di wilayah Nusantara sudah memiliki kemampuan kognitif dan seni yang sangat maju jauh sebelum peradaban di Eropa berkembang.
Baca Juga: Sejarah KH Noer Ali Singa Karawang-Bekasi yang Acara Haulnya Disambangi Anies Baswedan
3. Misteri "Tangan Cakar" yang Unik
Salah satu hal yang paling menarik perhatian para ilmuwan adalah bentuk jarinya. Berbeda dengan cap tangan manusia normal:
-Detail: Ujung jarinya dibuat meruncing menyerupai cakar binatang.
-Makna: Para ahli menduga ini bukan sekadar gambar, melainkan simbol budaya atau spiritual tertentu yang dianut masyarakat purba Sulawesi saat itu.
4. Menggunakan Teknologi Penentuan Usia Mutakhir
Bagaimana cara peneliti tahu usianya sudah puluhan ribu tahun? Mereka menggunakan metode penanggalan seri Uranium.
Teknologi ini menghitung usia lapisan mineral (karbonat) yang tumbuh secara alami di atas pigmen lukisan, sehingga memberikan hasil yang sangat akurat.
5. Kompas Migrasi Manusia Purba
Temuan ini bukan hanya soal seni, tapi juga soal sejarah perjalanan manusia (Homo sapiens):
-Bukti Keberadaan: Menegaskan bahwa manusia modern sudah menetap di Nusantara lebih dari 67.000 tahun lalu.
-Jalur ke Australia: Memperkuat bukti bahwa nenek moyang penduduk asli Australia melakukan migrasi melalui wilayah Indonesia (Wallacea) jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Transjabodetabek Terus Ekspansi, Siap Layani Cikarang dan Bandara
-
Pemprov Jabar Bagi-Bagi 3.040 Tiket Bus Mudik Gratis 2026, Daftar Lewat HP Sekarang!
-
BRI Siapkan 3 Strategi Mitigasi Risiko untuk Dorong Kredit UMKM
-
Terjadi Lagi di Bekasi: Begal Payudara di Gang Sempit Terekam CCTV
-
Polisi Tangkap Pasangan Kekasih Pembuang Bayi di Tambun Bekasi