Scroll untuk membaca artikel
Galih Prasetyo
Senin, 10 Maret 2025 | 18:13 WIB
Cerita Siswa SMAN 21 Bekasi Gagal Ujian Gegara Gedung Sekolah Diterjang Banjir [Suara.com/Mae Harsa]

SuaraBekaci.id - SMAN 21 Bekasi yang berlokasi di Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi, hingga kini masih lumpuh akibat diterjang banjir pada Selasa (4/3/2025).

Hampir seluruh fasilitas di gedung seperti ruang kelas, toilet, meja, kursi, papan tulis, dan musala, rusak akibat terendam banjir.

Meski kini banjir telah surut, namun lumpur tebal masih memenuhi area gedung SMAN 21 Bekasi.

Kondisi ini membuat kegiatan belajar mengajar belum bisa dilakukan. Bahkan pelaksanaan ujian Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) di SMAN 21 terpaksa harus ditunda hingga 9 April 2025.

Baca Juga: Bekasi Banjir Pilih Ngungsi ke Hotel, Istri Walkot Bekasi: Cuma Sebentar

“Kalau dari saya sih sedih ya (ujian ditunda), karena kan ini harusnya kita sudah mulai ujian,” kata salah satu siswa SMAN 21 Bekasi kelas 12, David Ramadhani, Senin (10/3/2025).

Cerita Siswa SMAN 21 Bekasi Gagal Ujian Gegara Gedung Sekolah Diterjang Banjir [Suara.com/Mae Harsa]

Menurut David, mundurnya jadwal ujian juga berdampak pada siswa yang tengah mempersiapkan diri untuk masuk ke perguruan tinggi.

“Kalau kita ujiannya dipaksa di 9 April tuh kasihan orang yang mau SNBT, UTBK. Kan mereka bingung mau belajar gimana. Mau disempetin di US kah atau belajar di UTBK. Terganggu belajarnya,” tuturnya.

Siswa lainnya, Ariyadi Mulya Ardi juga merasakan hal yang sama. Siswa kelas 12 itu mengaku sedih saat mengetahui pelaksanaan ujian di sekolahnya harus ditunda.

Sebab kata Ariyadi, dirinya telah belajar dengan matang untuk menghadapi ujian yang seharusnya dilaksanakan hari ini.

Baca Juga: Bekasi Banjir, Keluarganya Ngungsi ke Hotel, Walkot Tri Adhianto: Gak Bermewah-mewah

“Sebenernya kalau buat ujian tuh beberapa kali udah belajar. Tapi karena hal ini, yaudahlah,” ujar Ariyadi.

Dia juga mengatakan, kesedihan itu semakin dalam saat melihat sejumlah fasilitas dan barang-barang di sekolahnya terendam banjir.

“Banyak alat-alat sekolah, alat-alat guru fasilitas-fasilitas, kayak komputer segala macam pada kerendem. Terus juga alat-alat kita belajar, meja-meja kerendem,” katanya.

Pasca kejadian ini, Ariyadi m berharap kegiatan belajar mengajar di SMAN 21 dapat segera dipindahkan. Sebab hampir seluruh fasilitas sekolah sudah tidak layak untuk ditempati.

“Harapan saya punya gedung baru yang lebih layak. Dipindahkan, kalau di dalam kelas juga hancur dan harus ada penopangnya. Kalau enggak, roboh,” tutupnya.

Banjir Landa Bekasi

Video derasnya arus air banjir masuk ke dalam Mal Mega Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat viral di media sosial (medsos).

Dalam video yang beredar, nampak air berwarna coklat tiba-tiba masuk dengan deras ke area lantai dasar mal tersebut pada Selasa (4/3/2025).

Berbagai barang seperti baju, kursi, hanyut ikut terbawa derasnya air.

Sejumlah pengunjung dan pedagang bahkan terlihat panik sambil berlarian menaiki tangga eskalator untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi.

Beberapa di antaranya juga terlihat mengangkut barang-barang dagangan mereka.

SMAN 21 Kota Bekasi setelah banjir (Dok. Twitter/ X)

Salah satu pegawai, Wulan menceritakan, banjir mulai masuk area mal Mega Bekasi sekira jam 09.30 WIB.

Saat itu, air dengan arus yang begitu deras tiba-tiba masuk ke dalam Mal Mega Bekasi hingga membuat pegawai serta pengunjung panik dan saling berusaha menyelematkan diri.

"Tadi jam 08.00 WIB masih aman aja, tiba-tiba sekitar jam 09.00 lewat lah, itu air masuk langsung deras," kata Wulan.

"Alhamdulillah sih pada selamat semua," ujarnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat ada 20 titik wilayah di Kota Bekasi terendam banjir, pada Selasa (4/3/2025).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi Priadi Santoso, mengungkap banjir yang terjadi disebabkan oleh tingginya curah hujan yang melanda wilayah Bekasi sejak Senin (3/3/2025).

Kontributor : Mae Harsa

Load More