SuaraBekaci.id - Aksi militer Israel ke Palestina menewaskan ratusan warga sipil. Laporan pada akhir pekan lalu menyebutkan serangan rudal Israel ke Palestina menyebabkan 230 orang tewas dan 1000 lainnya terluka.
Serangan rudal Israel ini sebagai bentuk balasan setelah sebelumnya pihak HAMAS disebut telah melakukan serangan militer dari darat, udara dan laut hingga sebabkan 250 warga Israel dilaporkan tewas.
Selain itu, 1000 orang Israel juga dilaporkan luka-luka setelah HAMAS menembakkan 3000 roket dari Gaza ke wilayah Israel. Akibat serangan ini, sejumlah warga juga diminta mengungsi oleh tentara Israel.
Para warga Israel yang berada di 7 wilayah berbeda di Gaza seperti dikutip dari laporan BBC diminta untuk meninggalkan rumah mereka dan berlindung ke tempat penampungan.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pihaknya akan terus berperang melawan Hamas sebagai bentuk balasan karena telah menewaskan warga mereka.
"Pagi ini Hamas melancarkan serangan mendadak yang mematikan terhadap negara Israel dan warganya," kata Netanyahu.
Bicara soal Netanyahu, tak ada salahnya kita melihat sepak terjang kelompok-kelompok pendukungnya yang terkenal rasis dan anti Muslim, salah satu bernama La Familia.
La Familia dikenal sebagai kelompok suporter yang mendukung klub sepak bola Israel, Beitar Jerusalem.
Max Simon Nordau awalnya berkeinginan jadikan Beitar Jerusalem menjadi perwujudan ideal cita-citanya tentang Muskeljudentum alias Yahudi berotot. Namun mimpi si pendiri organisasi Zionis dunia itu berubah jadi mimpi terburuk sepak bola.
Baca Juga: Serangan Hamas ke Israel: Bak Film Horor, 260 Peserta Festival Musik Tewas
Berbicara di Kongres Zionis Kedua pada 1898 di Basel, Nordau mengatakan bahwa mereka yang jadi korban anti-semitisme di Eropa disebabkan kondisi fisik yang lemah. Orang Yahudi ini disebut Nordau sebagai orang lemah dan banci.
Pria kelahiran Budapest, Hungaria itu lantas tawarkan antitesis untuk orang-orang Yahudi untuk bangkit dan melawan praktik rasial yang diterima.
Menurut Nordau, orang Yahudi terbiasa hidup suram di rumah tanpa matahari, dengan mata terbiasa berkedip ketakutan membayangkan penganiayaan.
“Dalam kesuraman rumah-rumah tanpa matahari, mata kami menjadi terbiasa berkedip gugup, karena takut akan pengianiyaan terus-menerus, timbre suara kami padam berubah jadi bisikan cemas," ujar Nordau seperti dinukil dari israeled.org
Nordau kemudian mendorong dibentuknya tempat gym dan klub atletik untuk merealisasikan konsep pemikirannya Yahudi berotot. Pemikiran ini terbukti ampuh, dalam selang waktu beberapa tahun sejumlah orang Yahudi Eropa mengalami peningkatan dalam hal prestasi olahraga juga intelektual.
Seabad setelah Nordau berpidato di Basel dengan populerkan gagasan Yahudi Berotot, muncul basis suporter di Jerusalem yang kekinian jadi mimpi buruk sepak bola.
Berita Terkait
-
Serangan Hamas ke Israel: Bak Film Horor, 260 Peserta Festival Musik Tewas
-
Palestina Desak Komunitas Internasional Hentikan Penjajahan Israel
-
Tabuh Genderang Perang Israel, Hamas Dipasok Senjata Militer dari Mana?
-
Sambangi Mabes Polri, ICW Desak Polisi Buka Dokumen Pengadaan Alat Sadap Pegasus Buatan Israel
-
Siapa Kelompok Hamas? Militan Palestina Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Israel
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon
-
Bikin Polusi Udara Parah, Pabrik Arang di Bekasi Disegel
-
Waketum MUI Jadi Saksi Meringankan Dugaan Korupsi Haji Eks Menag Yaqut Cholil
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet