SuaraBekaci.id - Fenomena tawuran di Bekasi menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Tiap pekannya selalu muncul aksi tawuran remaja di Bekasi.
Geram dengan kondisi ini, sejumlah warga di Gabus, Tambun Kabupaten Bekasi mengamankan belasan pemuda yang diduga akan melakukan tawuran.
Belasan pemuda dengan kondisi telanjang dada diamankan warga Gabus di sebuah pos keamanan. Belasan pemuda itu didudukan dan diintrograsi oleh seseorang dengan menggunakan baju loreng.
Dari video yang diunggah akun Instagram @cikarang_tajem, terlihat para pemuda itu hanya bisa menuduk saat para warga menggeruduk mereka.
"Terlihat dalam cuplikan vidio amatir miliki warga menjelaskan bahwa warga desa Gabus Kec. Tambun Utara, Kab. Bekasi telah mengamankan belasan remaja yang hendak melakukan aksi tawuran di daerah tersebut," tulis caption pada unggahan video tersebut.
Fenomena tawuran di Bekasi memang jadi permasalahan tersendiri. Aparat kepolisian di Kota dan Kabupaten Bekasi terus gencar melakukan patroli namun tetap saja aksi tawuran terjadi dan viral di media sosial.
Pihak Polres Metro Bekasi Kota sebelumnya mendata geng motor yang meresahkan masyarakat. Seperti diketahui sebelumnya, Kota Bekasi dikepung oleh 35 gangster yang tersebar di sejumlah titik.
Salah satu kelompok geng motor yang kemudian berhasil didata oleh pihak Polres Metro Bekasi Kota ialah kelompok yang bernama Utara Misteri.
Geng Motor ini beroperasi di wilayah Bekasi Utara. Dari informasi masyrakat, kelompok ini kerap menayangkan aktivitas mereka di akun media sosial dengan nama @utaramisteri.
Menurut Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari, kelompok gangster ini sudah diketahui keberadaannya.
Pihak Polres Metro Bekasi Kota lewat Kapolsek Bekasi Utara Kompol Arwan dan Kanit Reskrim Iptu Slamet Riyadi menurut Erna berhasil menemui ketua kelompok ini.
Pihak Unit Reskrim seperti keterangan yang disampaikan Kompol Erna mendatangi tempat tinggal kelompok gangster Utara Misteri ini yang berlokasi di Kp. Bungur Rt. 04, Rw.02, Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria.
Kelompok Utara Misteri ini menurut keterangan Kompol Erna kerap membuat keonaran pada waktu malam hari. Ketua dari kelompok ini yang bernama Sulis menurut Erna sempat berpindah tempat ke daerah Medan Satria.
Menurut Erna, Sulis saat didatangi di rumah orang tuanya oleh Kapolsek Bekasi Utara mengakui perbuatan kelompoknya itu dan mengatakan bertaubat.
"Dia siap membantu Polsek memberikan informasi jika ada aktivitas geng motor lainnya,” kata Erna.
Tag
Berita Terkait
-
Dor Dor! Polisi Lepaskan Tembakan ke Udara Bubarkan Tawuran di Cengkareng Timur, Satu Pelajar Bercelurit Ditangkap
-
Analisa Psikolog Dibalik Tawuran Pelajar-Geng Motor di Medan Makin Brutal, Orangtua Mesti Waspada
-
Sangar di Jalanan, 23 Pelajar Medan Hendak Tawuran Menangis Terisak-isak Minta Maaf ke Orangtua
-
57 Anak Muda di Kota Makassar Ditangkap Polisi, Diduga Mau Tawuran
-
Begini Nasib Lima ABG yang Ditangkap saat akan Tawuran di Tambora
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Catering Healthy Go Ramadhan di Blibli: Langganan Makanan Sehat yang Bikin Puasa Lebih Ringan
-
Hakim DD Dipecat Karena Terbukti Telantarkan Mantan Istri dan Anak
-
Dua Oknum Hakim Terbukti Selingkuh, Ini Sanksi Beratnya
-
Teheran Diguncang Ledakan Baru! Israel Kembali Menyerang
-
Perbedaan Krusial Zakat dan Pajak Menurut Jusuf Kalla