SuaraBekaci.id - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bakal melakukan audit Stadion Wibawa Mukti Cikarang yang digunakan untuk menggelar laga Liga 1 musim 2022/2023.
Pelaksana tugas Kepala Disbudpora Kabupaten Bekasi Henri Lincoln mengatakan, audit terhadap stadion itu untuk mencegah tragedi Kanjuruhan Malang terulang kembali.
"Bagus tentunya karena akses pintu keluar masuk penting untuk aspek keamanan dan keselamatan penonton. Akan jadi bahan evaluasi dan koreksi bagi kami juga kalau memang misalnya ada kekurangan agar kejadian Kanjuruhan tidak terulang lagi," kata dia, Senin (10/10/2022).
Henri menyatakan mendukung penuh upaya Kemenpora maupun badan otoritas sepak bola nasional PSSI sekaligus mengikuti arahan keduanya terkait standar operasional prosedur penyelenggaraan Liga 1 2022/2023 secara keseluruhan, tidak hanya sebatas segi keamanan.
"Tentunya setelah ada kejadian kemarin. Akan ada SOP baru dan kajian yang baru lagi. Kami tentu akan mengikuti prosedur tersebut," katanya.
Dirinya bahkan meminta hasil audit yang direncanakan akan dilakukan dapat sesegera mungkin diinformasikan sehingga pihaknya bisa menghitung anggaran untuk perbaikan stadion.
Terlebih saat ini pemerintah daerah sudah terikat kontrak dengan klub sepak bola Bhayangkara FC yang menjadikan Stadion Wibawa Mukti sebagai tuan rumah selama satu musim penyelenggaraan Liga 1.
"Harapan kami, karena sekarang distop sementara, kami tunggu evaluasi lebih lanjut. Kalau pun ada perbaikan, kami harap segera diberitahukan agar bisa antisipasi. Karena kalau perbaikan, berkaitan dengan anggaran dan harus kami sesuaikan dulu nanti perencanaannya," ucap dia.
Stadion Wibawa Mukti Cikarang memiliki kapasitas sebanyak 25.395 bangku dan terbagi atas empat tribun dengan jumlah bangku pada tribun utara sebanyak 3.397 bangku dan di tribun selatan berjumlah 3.436 bangku.
Baca Juga: Stadion Wibawa Mukti Cikarang Siap Diaudit untuk Kompetisi Liga 1 Indonesia
Pada tribun barat bawah penonton ada 2.184 bangku, tribun barat bawah VVIP 248 kursi, barat bawah VIP 2.452, barat bawah media 100, barat bawah inspektor 25, dan barat bawah difabel 52 kursi.
Kemudian di tribun barat atas penonton sebanyak 3.530 bangku, tribun timur bawah penonton sebanyak 3.854, dan timur atas penonton sebanyak 6.117 bangku.
Masing-masing tribun penonton kini bahkan sudah memiliki akses keluar masuk yang relatif luas untuk menghindari kepadatan sekaligus meningkatkan aspek keamanan. Total ada lebih dari 10 pintu akses penonton. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
26 Sengketa Pilkades Bekasi, Dugaan Ijazah Palsu Mendominasi
-
Hampir 500 Petinju Ramaikan Kejurnas 2026, Hillary Brigitta Lasut Soroti Perjuangan Atlet
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan