SuaraBekaci.id - Sanksi berat pernah diterima oleh PSSI dan timnas Indonesia pada periode 2015 oleh FIFA. Hal serupa kini dialami oleh Federasi Sepak Bola India (AIFF) dan timnas India.
FIFA seperti dikutip dari indiatimes.com, mendapat sanksi berat berupa pembekuan keanggotan AIFF. Sanksi yang pernah juga diterima PSSI ini disebabkan adanya campur tangan pihak ketiga terhadap urusan internal AIFF.
Campur tangan pihak ketiga ini terkait dengan pemilihan ketua umum baru AIFF. Menurut FIFA, hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap statuta.
Sebelum menjatuhkan sanksi tegas, pihak FIFA pada awal Agustus lalu sempat memberikan peringatan agar tidak ada intervensi pihak ketiga untuk pemilihan ketum baru AIFF.
Peringatan ini diberikan FIFA setelah Mahkamah Agung India mendesak Komite Eksekutif AIFF menggelar pemilihan sesuai dengan jadwal yang diajukan pihak Komite Administrator (CoA), organisasi yang menjalankan urusan AIFF.
Dalam keterangan yang dijelaskan media India itu, pemilihan ketua umum AIFF yang baru akan berlangsung pada 28 Agustus 2022 dan pemungutan suara akan dimulai pada 13 Agustus.
Melihat situasi tersebut, perwakilan FIFA dan federasi sepak bola Asia, AFC kemudian bertemu dengan pejabat tinggi AIFF. FIFA dan AFC meminta AIFF untuk mengubah statuta mereka dan mengadakan pemilihan pada 15 September 2022.
Akan tetapi, saran dari pihak FIFA dan AFC ini masih belum dijalakan oleh AIFF. Pihak ketiga yakni CoA juga disebut masih ikut campur tangan. Akibatnya sanksi tegas pun dikeluarkan FIFA pada 16 Agustus 2022.
"FIFA memutuskan untuk menangguhkan Federasi Sepak Bola Seluruh India [AIFF] dengan segera karena pengaruh yang tidak semestinya dari pihak ketiga, yang merupakan pelanggaran serius terhadap Statuta FIFA," bunyi pernyataan resmi FIFA.
Baca Juga: India Ketar Ketir Saat Kapal Riset China Berlabuh di Srilangka, Ini Penyebabnya
Konflik calon ketua umum baru di AIFF sendiri berawal dari sosok Praful Patel. Ia adalah mantan ketum AIFF dan politisi dari Partai Kongres Nasionalis (NCP).
Patel termasuk tokoh penting di India. Pada 2004, ia sempat menjadi menteri penerbangan sipil. Lalu pada 2009, ia menjadi Ketua Mahkamah Agung India.
Patel yang meminta CoA untuk segera menggelar pemilihan ketum baru AIFF. Ia juga memberikan perintah agar pemilihan calon ketum baru tidak dilakukan di negara bagian.
Sejumlah media di India menyalahkan Patel yang dianggap sebagai orang bertanggung jawab atas sanksi berat dari FIFA.
"Mengapa Praful melakukan in? Dia telah menempatkan India dalam bahaya di mata dunia. Apakah dia marah karena diberhentikan sebagai ketum AIFF atau karena partainya butuh pengaruh di mata internasional?" ucap salah satu mantan anggota AIFF.
Berita Terkait
-
5 Pelatih yang Layak Gantikan Bima Sakti Tukangi Timnas Indonesia U-16
-
Temui Skuat Juara Piala AFF U-16 di Istana Negara, Jokowi Kasih Janji Ini untuk Arkhan Kaka Dkk
-
Diundang ke Istana Negara Ikuti HUT RI, Penggawa Timnas U-16 Dangdutan
-
HUT ke-77 RI: Momen Jatuh Bangun Pemain Timnas, Peluh Keringat hingga Cedera demi Harumkan Indonesia
-
3 Keuntungan yang Didapat Indonesia dari Pembekuan FIFA terhadap India
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Percepat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Pre Order Samsung Galaxy Z Fold 8 di Blibli Tanggal 22 Juli hingga 13 Agustus, Cek Promo & Harganya!
-
Hari Anak Nasional 2026: BRI Peduli Ini Sekolahku Berikan Inspirasi Siswa Dalam Meraih Cita-cita
-
Putaran Cakung Ditutup! Truk Kontainer yang Sering Bikin Antrean Panjang Diminta ke Sini
-
JPMorgan Naikkan Rating BBRI ke Overweight, Soroti Kuatnya Fundamental