SuaraBekaci.id - Ratusan suporter Bekasi yang tergabung dalam Aliansi Suporter Persipasi melakukan aksi di depan kantor Askot PSSI Kota Bekasi, Jl. A.Yani No.2, RT.004/RW.016, Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Selatan, Rabu (30/3/2022).
Menurut presidium Aliansi Suporter Persipasi, Agus Leo, aksi ini diikuti oleh sejumlah suporter seperti Soebex dan kawasan Ultras Garuda.
"Pertama kawan-kawan Soebex, BH2010, kawan ultras Garuda yang ada di Bekasi juga turun. Total mencapai 100 orang dari 500 yang disetujui karena alasan Pandemik," ucap Agus Leo.
Dalam aksinya hari ini, suporter Persipasi ini menyampaikan tiga tuntutan. Salah satunya soal pergantian nama PCB Persipasi menjadi Persipasi.
"Pertama itu menghapus nama PCB. Sebelumnya PCB Persipasi kita menuntut untuk menghapus nama PCB nya," ucap Agus Leo.
"Persipasi itu penuh sejarah di Kota Bekasi yang perlu diperjuangkan," tambah Leo.
Selain soal pergantian nama PCB Persipasi, massa aksi juga mendesak kepada Askot PSSI Kota Bekasi untuk segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).
"Kita mendesak juga KLB harus segera dilakukan juga," tuturnya.
Tuntutan mengenai itu didasari karena mereka menilai masih terdapat kekosongan akan manajemen Persipasi saat ini.
"Karena semenjak Ketua Umum RE tertangkap itu, kekosongan manajemen Persipasi itu terjadi ya, hampir berbondong- bondong kepengurusan mengundurkan diri, dan kita tidak tahu apa permasalahan nya," jelasnya.
Tuntutan terakhir yaitu meminta jajaran kepengurusan wajib melibatkan supporter dalam ranah sepak bola di Bekasi, karena sampai saat ini pihak mereka belum pernah dilibatkan dalam sektor tersebut.
"Bahwa setiap kegiatan yang ada mengenai Persipasi kita suporter wajib dilibatkan. Kami kemarin kecolongan ada desas desus Bekasi FC datang ke Bekasi," ungkapnya.
Mereka juga menilai bahwa klub yang terdapat di Kota Bekasi hanya Persipasi, dan tidak ada yang lain.
"Kita menyatakan yang ada di Kota Bekasi hanya satu, yaitu Persipasi saja," tuturnya.
Kontributor : Rendy Rutama Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi
-
Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan
-
Asep Surya Atmaja Pimpin Kabupaten Bekasi hingga 2030
-
BRI Perluas Kemitraan Internasional, Buka Akses Pasar Global bagi Korporasi dan UMKM Indonesia