SuaraBekaci.id - Sejumlah pedagang daging sapi di pasar Bekasi merugi, usai harga daging sapi naik di sejumlah daerah.
Mereka (Pedagang) memilih merugi saat menjual daging sapi dengan harga murah, karena tidak mau kehilangan pelanggan tetapnya.
Apalagi, mereka terpaksa menggelar aksi mogok berjualan bersama sejak Senin (28/2/) kemarin hingga Jumat(4/3/2022).
Seperti yang dirasakan para penjual daging sapi di Pasar Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
"Langganan tetap saya layani, saya antarkan, paling banyak lima kilogram, biar mereka tetap beli daging ke kami walaupun tidak ketemu untung," kata penjual daging sapi di Pasar Tambun, Bekasi, Mujianto.
Mujianto mengaku terpaksa menjual daging di bawah harga pasar sebab kualitas dagangan yang dijualnya turun lantaran dibekukan.
"Kalau daging segar malah tidak laku karena harganya tahu sendiri, minta ampun. Jadi daging yang tidak laku itu terpaksa dibekukan tapi ya harganya turun, dari pada tidak laku," katanya.
Dia mengatakan harga daging sapi segar di tempat pemotongan hewan kini telah mencapai Rp125.000-Rp135.000 per kilogram. Dengan kenaikan harga itu, pedagang pun terpaksa menjual daging seharga Rp140.000-Rp150.000 per kilogram.
Lonjakan harga itu, kata dia, mengakibatkan jumlah pembeli menyusut secara signifikan. Alhasil, daging yang telah ia stok tidak terjual hingga terpaksa dibekukan.
Baca Juga: Harmonisasi Budaya dan Keberagaman di Kampung Bali Jelang Hari Raya Nyepi dan HUT Kota Bekasi
Mujianto mengatakan membekukan daging yang tidak laku sebenarnya tidak ingin dilakukan oleh para penjual daging sapi. Selain harganya anjlok, kualitas daging juga menurun akibat penyusutan meski keputusan ini lebih baik dilakukan untuk mencegah daging membusuk.
"Paling sekarang sekilo daging beku Rp100-110 ribu. Pembeli tidak akan mau kalau harganya lebih dari itu, ya karena sudah tidak segar lagi. Sedangkan kami beli daging segar sudah Rp125-135 ribu. Jadinya ya jual rugi dari pada tidak laku," ucapnya.
Ia sangat berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi lonjakan harga daging di pasaran sehingga para pedagang sapi tidak terus menerus mengalami kerugian.
Pedagang lainnya, Mamat berharap harga daging sapi bisa diturunkan hingga berkisar di bawah Rp98.000 per kilogram di tingkat pemasok daging.
"Sekarang kami modal beli daging saja di atas Rp100.000 sekilo. Jadi kalau mau untung terpaksa jual Rp140.000 per kilogram tapi risikonya pembeli berkurang," kata dia. [Antara]
Berita Terkait
-
Harmonisasi Budaya dan Keberagaman di Kampung Bali Jelang Hari Raya Nyepi dan HUT Kota Bekasi
-
Jelang Hari Raya Nyepi Umat Hindu di Bekasi Arak Ogoh-ogoh, Netizen Malah Saling Debat
-
LBH Jakarta Paparkan Fakta Kasus 4 Terdakwa Begal di Bekasi Penuh Rekayasa dan Tindak Penyiksaan
-
LBH Jakarta-KontraS: Kasus 4 Terdakwa Begal di Bekasi Penuh Rekayasa dan Tindak Penyiksaan
-
Harga Pangan Mulai Meroket Jelang Ramadhan, Anies Pastikan Pasokan Aman
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Pertahankan Posisi Teratas, Nilai Merek Indonesia Capai USD6,9 Miliar
-
Obat Herbal Racikan Abal-abal 4 Pemuda Ini Ancam Nyawa Konsumen
-
BRI Hadirkan Tiga Reksa Dana Baru untuk Perkuat Solusi Investasi Nasabah
-
Kronologi Ibu di Pondok Pinang Ditarik hingga Pakaian Dalam Putus
-
Rumah di Kompleks TNI AD Cijantung Ternyata Jadi Sarang Judi Online, 11 Orang Diseret