SuaraBekaci.id - Tren kasus Covid-19 di Jawa Barat dan Banten akan mendekati puncak dalam waktu dekat. Hal itu diungkap oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
Menurut Menkes Budi Gunadi Sadikin, ada enam provinsi dan 37 kabupaten/kota yang jumlah kasus Covid-19 sudah lampaui pada saat varian Delta menyerang.
Budi menjelaskan pergeseran tren kasus Covid-19 dari mulai rendah hingga mencapai puncak. Enam provinsi yang menurut Budi kasusnya melebih kasus Delta ialah DKI Jakarta, Banten, Jabar, Bali Nusa Tenggara Barat, dan Papua.
"Ada dua yang agak tinggi yaitu Jakarta dan Bali," kata Budi melalui konferensi pers yang disiarkan melalui saluran YouTube Sekretariat Presiden, Senin (14/2/2022).
Meski begitu, Budi menyebut kalau tren kasus Covid-19 di Jakarta dan Bali akan segera melandai.
"Tapi, trennya Jakarta dan Bali sekarang khususnya Jakarta itu sudah melandai dan kemungkinan akan segera turun, ya, data-data yang kami lihat Jakarta," ujarnya.
Dengan tren seperti itu, artinya dalam waktu dekat kasus Covid-19 di Jawa Barat, Banten serta Bali akan mendekat puncak dalam waktu dekat. Nantinya tren tersebut akan bergeser ke wilayah di Jawa dan luar Jawa.
"Baru nanti akan bergeser ke provinsi-provinsi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogja dan di luar Jawa." ungkap Budi.
Sementara itu, Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Panjaitan mengatakan penambahan kasus positif harian, kasus aktif, dan angka keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta telah menunjukkan penurunan.
"Berita positifnya, tren kasus di DKI Jakarta menunjukkan tanda-tanda mulai melewati puncaknya. Baik kasus harian, kasus aktif, maupun rawat inap mulai menunjukkan penurunan," kata Luhut.
Berita Terkait
-
Menkes Budi Gunadi: Tren Kasus Covid-19 di Jakarta akan Segera Turun
-
Kasus Covid-19 di DIY Masih Mengalami Tren Kenaikan, Luhut: Tapi Masih di Bawah Puncak Kasus Delta Tahun Lalu
-
Luhut: Berita Positif, Tren Kasus Covid-19 DKI Jakarta Mulai Lewati Puncak
-
Update Covid-19 Indonesia: Kasus Positif Tambah 36.501 Orang, 145 Jiwa Meninggal
-
Luhut Klaim Covid-19 Hanya Dua Kali Lebih Mematikan dari Flu Biasa
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Vape Jadi Sarana Peredaran Narkoba, Bagaimana Sikap PBNU?
-
Tumpukan Sampah di TPS 3R Pulogebang Meluber, Warga Resahkan Penyakit
-
OJK Cabut Izin Satu Bank di Sumatra Barat, Bagaimana Uang Nasabah?
-
Perajin Tahu-Tempe Bekasi Perkecil Ukuran Produk, Pekerja Dirumahkan
-
Bersih-Bersih Kantor Pemkab Bekasi: Pedagang Dilarang Masuk, Tamu Wajib Dijemput