SuaraBekaci.id - Pelatih anyar Malayasia, Kim Pan-gon sudah tak asing dengan pelatih timnas Indonesia. Setelah perhelatan Piala Dunia 2018, kedua sosok ini menjadi perhatian publik sepak bola Korsel.
Kegagalan Korsel melaju dari fase grup Piala Dunia 2018 meski mampu kalahkan Jerman tak memuaskan Asosiasi Sepak Bola Korea, KFA. Kim Pan-gon pun dipilih menjadi ketua pemilihan pelatih baru setelah event di Rusia itu.
Selama proses pemilihan pelatih baru untuk timnas Korsel, sejumlah media di Korsel menganggap Kim Pan-gon tidak menghormati dan kerja keras Shin Tae-yong.
Salah satu media Korsel, Ohmynews seperti dikutip Suara Bekaci, Selasa (25/1) sempat mempertanyakan sikap Kim Pan-gon yang dianggap menyisikan nama Shin Tae-yong sebagai kandidat pelatih Korsel.
"Ketua Kim Pan-gon mengatakan bahwa dia tidak mengecualikan Shin dari daftar kandidat dan akan memasukkan dengan calon lainnya. Ini adalah keputusan ambigu, diantara mempertahankan atau melepasnya," tulis media Korsel tersebut.
Gagasan Kim soal status Shin Tae-yong ini yang kemudian dianggap media Korsel dianggap menghina.
"Bagaimanapun, itu bukan sikap hormat kepada Shin Tae-yong yang telah mendedikasikan dirinya untuk tim nasional sambil menerima segala macam kritik," tulis Ohmynews pada 17 Juli 2018.
Kim Pan-gon sempat membantah perihal tersebut. Menurutnya, Shin Tae-yong masih masuk sebagai kandidat pelatih Korsel diantara calon lainnya.
Faktanya kemudian Shin Tae-yong tak ia masukkan dalam daftar kandidat pelatih Korsel setelah Piala Dunia 2018. Kim beralasan dicoretnya nama Shin Tae-yong karena pelatih itu tak mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh KFA.
"Dia tak mampu menyelesaikan target yang diberikan KFA," kata Kim kepada Korea Herald pada 5 Juli 2018.
Bumbu 'perselisihan' antara Kim Pan-gon dengan Shin Tae-yong selepas Piala Dunia 2018 tentu jadi hal menarik saat timnas Indonesia vs Malaysia bertemu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Sepanjang 2025, BRI Salurkan KUR Rp178,08 Triliun Kepada 3,8 Juta Debitur
-
Kontroversi Paspor Inggris Anak Alumni LPDP, AHU: Potensi Pelanggaran Hak Anak
-
Konsultasi Hukum: Bolehkah Orang Tua Mengalihkan Kewarganegaraan Anak Secara Sepihak?
-
Sesar Lembang Bisa Picu Gempa Magnitudo 7, Warga Bandung Raya Harus Siap Siaga!
-
36 Penerima Beasiswa LPDP Diperiksa, 4 Orang Wajib Kembalikan Dana Hingga Rp2 Miliar