SuaraBekaci.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ingin menciptakan Ghozali Everyday yang lain di Jawa Timur. Bahkan, dirinya meminta kepada masyarakat untuk memanfaatkan NFT atau Non Fungible Token.
Khofifah menyebut keberhasilan Ghozali Everyday yang meraup keuntungan miliar rupiah dari marketplace OpenSea tentu harus diapresiasi.
Hal itu menjadi bukti bahwa era disrupsi digital membuka banyak peluang lapangan kerja baru dan usaha atau bisnis berbasis ekonomi kreatif.
"Transformasi digital merupakan suatu keniscayaan pada era disrupsi teknologi saat ini. Ada fenomena yang lagi booming yaitu NFT. Jadi mari kita dorong anak muda Jatim untuk memanfaatkan NFT," kata Khofifah mengutip dari Bogordaily -jaringan Suara.com, Selasa 18 Januari 2022.
Khofifah menyebut, pemanfaatan NFT dapat berseiring dengan peningkatan sektor ekonomi kreatif yang menggunakan teknologi digital. Sebab, pola perdagangan era sekarang telah berubah.
"Ada lukisan, foto, ataupun produk kreatif lain bisa ditawarkan di NFT. Pola perdagangan di bursa seni digital ini dinilai tidak lagi mempersoalkan karya bagus atau tidak bagus. Sepanjang ada yang menyukai, transaksi akan terjadi. Inilah salah satu peningkatan yang nyata kita lihat dalam sektor ekonomi kreatif," jelasnya.
Khofifah menilai di Jatim sudah banyak talenta hebat yang kreasinya mengglobal. Meski begitu, dengan cepatnya perkembangan teknologi, peluang baru seperti NFT harus dimanfaatkan.
"Saya sudah bertemu anak-anak muda sukses yang beberapa di antaranya bahkan masih SMK. Pendapatan mereka di industri kreatif fantastis dengan bermodalkan kreativitas mereka. Saya ingin, anak-anak muda lain bisa memanfaatkan peluang seperti mereka. Saat ada kesempatan relatif baru seperti NFT ini, saya ingin semua bisa ikut beradaptasi," ucapnya.
Untuk mendukung pemanfaatan NFT dan peluang lain, mantan menteri sosial itu juga menerangkan bahwa Pemprov Jatim melakukan berbagai cara untuk menyiapkan wadah. Sekaligus memfasilitasi talenta ekonomi kreatif yang biasanya diminati anak muda.
Baca Juga: 5 Game NFT Bisa Hasilkan Cuan!
Di antaranya dengan penyediaan ekosistem ekonomi kreatif seperti Millenial Job Center (MJC). Program itu merupakan pengembangan kompetensi yang menekankan pada On the Job Learning namun tetap dapat menghasilkan pendapatan.
"Zaman makin maju teknologi digitalnya, Jawa Timur harus mampu untuk memberikan sarana kreatif bagi masyarakat termasuk generasi milenial. Di situlah hadir program-program seperti Millenial Job Center yang mendukung industri kreatif seperti ini,” jelas Khofifah.
Berita Terkait
-
5 Game NFT Bisa Hasilkan Cuan!
-
Kaget Foto Selfie Dibeli Rp1,7 Miliar di NFT, Ghozali Mengaku Hanya Buat Lucu-Lucuan
-
Daftar 5 Marketplace NFT Asli Indonesia
-
NFT Karpet Milik Paus Fransiskus Hadiah dari Pangeran Arab Laku Rp1,1 Miliar
-
Fenomena 'Latah' NFT, Kominfo Ingatkan soal Penguatan Literasi Digital
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Hati-hati! Tabung Gas Oplosan Beredar di Jabodetabek, 10 Orang Jadi Tersangka
-
Menjawab Tantangan Urbanisasi: Mengapa Teknologi Kebersihan Kini Jadi Investasi Wajib?
-
Bekasi Lolos Syarat Lelang Proyek PSEL, Sampah Siap Diubah Jadi Listrik pada 2028
-
Siap-Siap Hemat Air! BMKG Prediksi Kemarau Jawa Barat Lebih Kering dan Lama
-
Ironi di Fakultas Hukum UI: Saat Tempat Belajar Keadilan Jadi Sarang Kekerasan Seksual