SuaraBekaci.id - Perempatan Kalimalang Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat selama ini jadi langganan macet warga sekitar baik pagi maupun sore.
Di saat aktifitas warga dituntut untuk cepat, jalanan ini selalu menjadi polemik leletnya jalur transportasi darat.
Seperti pagi ini suasana kemacetan parah terpantau melalui unggahan berbagai media sosial diantaranya @cikarangvidgrams, Rabu ( 5/1/2022).
Kemacetan mengular panjang dari berbagai sisi dan berbagai arah yang bertemu di perempatan Kalimalang, dari mulai kendaraan roda dua, dua empat bahkan truck box bergumul menjadi satu saling mendahului berusaha mendapat jalan.
Kondisi ini diperparah dengan banyaknya armada berukuran besar yang turut melintas menjadikan jalanan stag dan tak bergerak.
Kemacetan ini terjadi di setiap harinya saat jam berangkat ke kantor dan pulang.
Hal ini menjadi keluhan warga sekitar yang harus bersusah payah mengatur waktu sedini mungkin jika tak ingin terlambat beraktivitas seperti bekerja, sekolah, berdagang dll.
Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa kemacetan ini terpantau dari jam 6 pagi hingga menjelang siang.
"Kita kalau tiap pagi berangkat jam 6 kurang tetap saja kesiangan, nyampai PT jam 8 pagi padahal kita masuk jam 7 pagi nyampe kita harusnya cuma 20 menit, abisnya cuma dititik jalan ini doank kalau pagi, " kata satu pekerja di kawasan Jababeka bernama Slamet.
Baca Juga: Mayat Pria yang Nyangkut di Pintu Air Bekasi Timur Masih Misterius
Kemudian pada sore hari keadaan tak lebih baik bahkan semakin semrawut dengan kepadatan yang justru bertambah dengan adanya tambahan para pengguna jalan dan pelanggar lalu lintas yang kerap melawan arus.
" Mau pagi sore sama saja, ini juga kadang sebagian pengguna jalan pada gak punya aturan, padahal udah tau macet tapi pada ngambil jalan orang, entah itu mobil atau motor," ungkapnya lagi.
Ia merasa prihatin dan kesal dengan kondisi ini dan berharap pemerintah segera menangani dan mengurai permasalahan klasik yang telah lama ada ini.
"Parah banget mungkin solusinya untuk Pemerintah Daerah jalan dibuat Flyover aja sama halnya di Tegal Gede, " harapannya kepada situasi ini.
Usulan dan komentar pun turut keluar dari beberapa warganet.
"Mau berangkat kapan juga kalau gak tertib mah tetep aja begitu, " tulis akun @heii_a***.
" Pulang jam 7 nyampe kosan jam setengah 10 astagfirullah, " timpal akun @ahmadi***.
" Kalau kata saya mah gak ada yang mau ngalah jadi ya gitu, " kata akun @dodo***.
" Bener bener parah kemacetan tadi pagi, kesiangan abis, " sahut akun @iwan5***.
Diketahui kondisi ini bahkan telah berlangsung selama kurang lebih 8 tahun lamanya.
Kemungkinan terparahnya jika tidak ditangani 2 atau 3 tahun kedepan akan semakin menyemut dengan meningkatnya populasi dan pembangunan infrastruktur.
Kontributor : Ririn Septiyani
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
Terkini
-
Transjabodetabek Terus Ekspansi, Siap Layani Cikarang dan Bandara
-
Pemprov Jabar Bagi-Bagi 3.040 Tiket Bus Mudik Gratis 2026, Daftar Lewat HP Sekarang!
-
BRI Siapkan 3 Strategi Mitigasi Risiko untuk Dorong Kredit UMKM
-
Terjadi Lagi di Bekasi: Begal Payudara di Gang Sempit Terekam CCTV
-
Polisi Tangkap Pasangan Kekasih Pembuang Bayi di Tambun Bekasi