SuaraBekaci.id - Puluhan calon pengantin di Karawang nyaris gagal menikah lantaran diduga tertipu wedding organizer (WO). Mereka diiming-imingi paket promo murah-meriah.
Namun, mendekati hari pernikahan calon pengantin baru menyadari telah menjadi korban penipuan WO.
Berdasarkan informasi yang sudah dihimpun, sudah ada sebanyak 57 orang yang menjadi korban WO Dwi Putri dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Nahas, pemilik WO yang telah membawa kabur uang ratusan juta itu menghilang. Bahkan korban yang mendatangi rumah pemilik WO dan orang tua mereka pun sudah kosong.
Menurut salah seorang korban, Yana menjelaskan, awalnya pada bulan November 2021, dia melihat ada promosi wedding organizer bernama Dwi Putri di salah satu sosial media yakni Facebook dengan menawarkan promo paket wedding murah-meriah.
"Dengan paket promo wedding Rp13 juta, pemilik WO Dwi Putri memberikan bonus jasa dokumentasi sebanyak tiga roll dan file save dvd. Melihat yang ditawarkan, saya tergiur dan membayar Down Payment (DP) sebesar Rp10 juta," kata Yana kepada wartawan, Kamis (30/12/2021).
Yana menambahkan, setelah membayar pelunasan, dia menanyakan sejauh mana persiapan dari pemilik WO tersebut, hanya saja dia mengaku pihak WO sulit dihubungi hingga saat ini.
Lantaran mendapati ketidakjelasan dari pihak WO, Yana berencana akan membatalkan serta meminta pengembalian pembayaran DP. Namun nomor telepon Yana malah di blokir oleh pihak WO tersebut.
"Saya rencana bakal menggelar resepsi pada bulan Januari 2022. Ternyata korban penipuan oleh WO Dwi Putri ada sebanyak 57 orang dengan kerugian ada Rp5 juta sampai ratusan juta rupiah," ungkap dia.
Baca Juga: Kecelakaan Maut, Dua Orang Meninggal Dunia dan 4 Lainnya Terluka di Pantura Karawang
Korban lainnya, Fitriani menuturkan, dia mengambil paket promo wedding sebesar Rp13 juta, kemudian memberikan DP sebesar Rp5 juta dengan sistem menabung. Namun, lantaran dirinya mendapatkan kabar bahwa WO ini melakukan penipuan dia urung untuk melanjutkan pelunasan.
"Saya tidak lanjutkan membayar paket promo di WO tersebut. Karena pada bulan Febuari 2022 bakal melangsungkan pernikahan, takutnya kalau tidak dari sekarang nantinya bakal tak keburu persiapannya bahkan tidak ada itikad baik sama sekali," ujar Fitriani.
Sementara, Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana mengatakan, korban yang datang ke Mapolres Karawang pada Rabu (29/12/2021) kemarin adalah yang setelah viral bahwa WO yang tak amanah minta pembatalan.
Mereka meminta pengembaliannya pada bulan Januari 2022 dan lain-lainnya. Jadi banyak yang pidananya belum terjadi.
"Ada beberapa yang pembayaran sudah lunas, acara juga lewat dan WO tidak datang tapi korbannya sampai saat ini belum datang bikin laporan polisi," tutur Oliestha.
Kontributor : Akhmad Nursyeha
Berita Terkait
-
Ruang Raya Karawang 2026 Bakal Digelar Pekan Ini
-
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Kena Intimidasi di Karawang, Kaca Bus Pecah Dilempar Batu
-
Viral Video Bus Rombongan AMPB PATI Diserang OTK di Tol Karawang
-
Solusi Gaji PPPK Nunggak: 3 Skema Bantuan Rp18,9 T Wajib Nyata, Jangan Cuma di Atas Kertas
-
Pariwisata Maju, Lalu Lintas Mundur: Sisi Gelap di Balik Viralnya Situ Kamojing Cikampek
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Bantu Lansia Tetap 'Ngebul', Presiden Prabowo Bagikan Becak Listrik Gratis di Bekasi
-
BRI InFrame 2026 Jadi Ruang Dokumentasi Wajah Ekonomi Kerakyatan
-
Pelaku Kekerasan Seksual Dapat Surat Pembebasan Bersyarat Jelang HUT RI
-
Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel
-
Eks Pj Bupati hingga Ketua DPRD Bekasi Diperiksa KPK, Kasus Suap Rp11,4 Miliar Memanas